Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Tiga Perempuan Perkasa Cawapres Jokowi

JUMAT, 16 MARET 2018 | 19:11 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADA yang menarik pada peta pertarungan politik kekuasaan di Indonesia masa kini. Meski Kabinet Kerja Presiden Jokowi memegang rekor perempuan terbanyak sebagai menteri, namun nyaris sama sekali tidak terdengar bahwa ada seorang perempuan tampil sebagai Cawapres apalagi Capres pada Pilpres 2019.

Bursa calon Cawapres apalagi Capres 2019 bukan cuma didominasi namun bahkan dimonopoli kaum lelaki melulu .

KELIRU


Menurut pendapat saya yang kebetulan penulis buku Kelirumologi Genderisme, jelas hal tersebut merupakan suatu kekeliruan perjuangan kesetaraan gender di persada Nusantara ini. Padahal, Republik Indonesia pernah memiliki Wakil Presiden bahkan Presiden terpilih yaitu Megawati Soekarnoputeri. Kenapa sekarang tidak?

Fenomena realita peta politik kekuasaan di Indonesia terkesan tidak adil. Sebab, minimal ada tiga perempuan masa kini yang potensial tampil pemimpin bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Bukan sekedar sebagai angan-angan belaka, namun berdasar kenyataan rekam jejak prestasi kepemimpinan kepemerintahan yang telah mereka bertiga nyata buktikan secara cemerlang.

RETNO MARSUDI

Retno Marsudi sebagai pemegang rekor MURI: Perempuan Pertama Indonesia Menjadi Menteri Luar Negeri  telah membuktikan prestasi diplomasi dengan semangat keibuan membawa suasana kasih-sayang dan kemanusiaan.

Menlu Retno sangat peduli pada warga Indonesia yang kebetulan berada di luar negeri, termasuk para TKI yang bekerja mencari nafkah sebagai Pahlawan Devisa bagi Indonesia terutama masyarakat pedesaan. Ketika perang saudara mulai pecah di Yemen, adalah Menlu Retno yang turun tangan sendiri demi mempelopori upaya penyelamatan para TKI di Yemen.

Bahkan dalam kemelut penindasan terhadap masyarakat Palestina dan Rohingnya, Menlu Retno tampil di gugus terdepan untuk nyata mengambil langkah-langkah diplomasi kemanusiaan yang nyata berpihak kepada kaum tertindas. Menurut saya, Menlu Retno lebih layak memperoleh anugerah pengharaan Nobel untuk perdamaian dunia , ketimbang Aung San Syu Ki.

SRI MULYANI INDRAWATI

Sri Mulyani Indrawati sebagai pemegang rekor MURI: Perempuan Pertama Indonesia Menjadi Menteri Keuangan memperoleh penghargaan  Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik Di Dunia merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016.  Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut. SMI mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi.

Menteri Keuangan juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan.

SUSI PUDJIASTUTI

Susi Pujiastuti sebagai pemegang rekor MURI: Perempuan Pertama Indonesia Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan memborong anugerah penghargaan internasional untuk prestasi kelautan yang bukan saja berskala nasional, namun  internasional. Dia bahkan menjadi suri teladan bagi para negara di planet bumi yang wilayah kelautannya dijarah oleh kapal-kapal asing.

Gerakan menenggelamkan kapal asing yang sengaja berlayar masuk ke wilayah kelautan Nusantara demi menangkap satwa laut tentu saja ditentang oleh pihak-pihak yang memetik profit dari kriminalitas kelautan namun Menteri Susi terbukti berhasil menegakkan pilar-pilar kedaulatan kelautan Republik Indonesia secara faktual tak terbantahkan.

Dalam waktu tiga tahun Menteri Susi berhasil nyata meningkatkan ekspor hasil laut Nusantara sehingga Republik Indonesia dari tempat terbawah berjaya menduduki tempat teratas sebagai pengekspor hasil laut di Asia Tenggara yang menyebabkan Menteri Susi memperoleh anugerah The Seafood Champion.

Berdasar realita prestasi kinerja sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti yang tidak menyelesaikan SLTA memperoleh tiga gelar Doktor Kehormatan dari ITS, Undip dan UGM. Dengan latar belakang keberhasilan Susi sebagai pengusaha penerbangan maka kedigdayaan kepemimpinan perempuan perkasa kelahiran Pangandaran ini tidak perlu diragukan lagi.

POTENSIAL

Sebagai pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan penulis buku Kelirumologi Genderisme, saya merasakan adanya kejanggalan bahwa pada masa menjelang Pilpres 2019 yang tampil ke permukaan panggung pertarungan hanya kaum berjenis kelamin lelaki belaka.

Menyimak realita prestasi Retno, Sri dan Susi, saya merasa yakin bahwa apabila diberi kesempatan, dapat diyakini bahwa tiga perempuan perkasa tersebut mampu menjadi presiden atau wakil presiden Republik Indonesia seperti secara empiris telah dibuktikan oleh Megawati Soekarnoputeri yang telah menjadi Ketua Umum Partai Politik terbesar, Wakil Presiden mau pun Presiden Republik Indonesia.

Jika di Indonesia sudah terbiasa dengan tradisi capres dan cawapres keduanya lelaki, rasanya tidak ada alasan untuk menghalangi tradisi baru yaitu capres dan cawapres keduanya perempuan. MERDEKA! [***]

(Penulis adalah  Pusat Studi Kelirumologi dan penulis buku Kelirumologi Genderisme)
 
 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya