Berita

Ilustrasi Jaya Suprana/Amelia Fitriani

Nusantara

Festival Bedhayan

SABTU, 03 MARET 2018 | 08:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ATAS dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jaya Suprana School Of Performing Art bekerja sama dengan Yayasan Swargaloka padahari Minggu 4 Maret 2018 mulai pk 16.00   menyelenggarakan Festival Bedhayan di Gedung Kesenian Jakarta

BEDHAYAN

Bedhayan, berasal dari kata Bedhoyo, yaitu suatu bentuk tarian klasik Jawa yang merupakan mahakarya kebudayaan Indonesia. Bedhoyo ditarikan secara gemulai dan meditatif, mengandung  makna spiritual. Bedhoyo pada zaman dahulu hidup dan berkembang di kalangan keraton. Tari Bedhoyo merupakan hasil inspirasi Raja mengenai suatu peristiwa tertentu yang disajikan dalam bentuk simbolik.Sementara dapat dikatakan bahwa Bedhayan adalah versi rakyat Bedhoyo. Ketua Umum Penyelenggara Festival Bedhayan, Aylawati Sarwono mengatakan bahwa Festival Bedhayan bertujuan membangun karakter bangsa serta melestarikan warisan kebudayaan Indonesia.  

SUNYI

SUNYI
Tiga belas kelompok penari Bedhayan memeriahkan Festival Bedhayan antara lain Jaya Suprana School of Performing Art menampilkan Bedhayan Tembang Alit, Smile Motivator Bandung dengan Badhayan Wayang Sunyi Tanah Pasundan, Puspo Budoyo dengan Bedhayan Sekar Kedayon Mojokalpiko, Surakartis menampilkan Bedhayan Merta Bumi, Ary Suta Center dengan Bedhayan Legong Wilwatikta, Bharata dengan Bedhoyo Majakirana, Purwakanthi menampilkan Bedhayan Setyo Bumi, Sekar Tanjung Dance Company dengan Bedhayan Catur Sagotro, Gemah Win's Production dengan Astawaning Retna, Sekarpuri dengan Bedhayan Kirono Ratih, Gending Enem dengan Bedhayan Pangkur, lndonesia Heritage Society menampilkan Bedhayan Gending Sriwijaya, serta Swargaloka School of Dance menampilkan Bedhayan Dewi Sri.Hal yang menarik dari Festival Bedhayan adalah keberagaman tema dan  cara yang akan disajikan secara saling beda satu dengan lainnya oleh masing-masing kelompok komunitas. Tari Bedhayan 'Wayang Sunyi', dinamakan SUNYI karena semua penarinya yang tergabung di ansambel Smile Motivator Bandung terdiri dari para penyandang tuna rungu yang secara mengagumkan bahkan mengharukan mampu bersama menari Bedhayan tanpa memiliki indera mendengar suara musik.

MURI

Seluruh penampilan peserta akan diamati oleh para pakar tari Bedhayan. Mereka adalah GRA Wandansari Koes Murtiyah dari Karaton Kasunanan Surakarta; KP Sulistyo Tirto Kusumo, dari Taman Mini Indonesia Indah; serta Wahyu Santosa Prabowo, S. Kar, dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Setiap peserta yang tampil akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, juga apresiasi berupa rapor penilaian dari para pengamat seni.Piagam penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dianugerahkan kepada Kemenko PMK sebagai pendukung penyelenggara Festival Bedhayan Pertama di Dunia.  [***]

Penulis adalah pengagum mahakarya kebudayaan Nusantara

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya