Berita

Politik

Pengusiran Anies Dampingi Jokowi Anti Demokrasi

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 00:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah Paspampres saat mau menuju podium mendampingi Presiden Jokowi ketika penyerahan Piala Presiden untuk Persija di Stadion GBK, Sabtu (17/2). Jaringan aktivis ProDem menyebut pengusiran Anies tidak mendidik dan anti demokrasi.

"Sebagai bagian dari masyarakat sipil society di Indonesia, kami ProDem mengutuk keras tindakan panitia Piala Presiden. Ini bukanlah cara-cara mendidik berdemokrasi yang diperjuangkan mahasiswa 98 reformasi. Tapi mengingatkan kembali cara-cara diktator kekuasan yang dahulu dilawan," kata Ketua Umum Majelis Prodem Syafti Hidayat Sitorus dalam keterangan tertulis.

Syafti mengatakan perhelatan sepak bola Piala Presiden bukanlah sesuatu yang istimewa. Siapapun presidennya, akan melakukan hal yang sama pada pemberian gelar juara.


"Kami melihat ini masih ada sisa intrik intrik politik yang tidak bagus buat Presiden Jokowi jika ingin dihargain rakyat sebagai presiden. Kita ini bernegara dalam bingkai NKRI. Ini Piala Presiden, yang musti dijaga wibawa perhelatannya. Sekali lagi kami ProDem mengutuk keras cara-cara Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mendidik dan anti demokrasi ini," papar Syafti.

Dia menyebut insiden ini melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 Pasal 9 dan 13 Tentang Keprotokoleran. Panitia, katanya, harus minta maaf secara terbuka ke publik atas insiden ini.

"Kalau tidak mau dicap serta dicatat oleh sejarah bahwa perhelatan Piala Presiden 2018 paling jelek dan anti demokrasi," tukas Syafti.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya