Berita

Foto/RMOLJateng

Nusantara

Cahaya Lilin Semarang Untuk Peristiwa Di Gereja St. Lidwina

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 00:25 WIB | LAPORAN:

Lantunan lagu Ibu Pertiwi berkumandang di Gereja St. Theresia, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/2).

Segenap masyarakat solidaritas lintas agama Semarang berduka, dengan peristiwa penyeragan jemaat di Gereja St. Lidwina Sleman, Yogyakarta. Peristiwa tersebut juga menyinggung sembilu bagi warga Kota Lumpia.

Bertajuk 'Malam Solidaritas Untuk Jogja' kegiatan yang digagas Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang, tersebut merupakan bentuk respon kepedihan yang terjadi di Yogyakarta. Ratusan orang hadir menyalakan lilin secara serempak sebagai bentuk duka yang mendalam.


Ketua Pelita, Setyawan Budi mengaku sangat prihatin atas apa yang terjadi di Gereja St. Lidwina. Meski demikian, ia mengungkapkan aksi solidaritas kali ini bukan hanya untuk merespon apa yang terjadi di Yogyakarta siang tadi, melainkan respon dari semua peristiwa yang terjadi di Indonesia.

"Malam ini, kami siapkan secara spontan. Kami rasa ini merupakan akumulasi dari banyak peristiwa yang terjadi kemarin-kemarin di Tangerang, Yogyakarta, di Jawa Barat. Kami sedih, kami prihatin pada peristiwa ini," ungkap Setyawan, di sela-sela aksi damai seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (12/2).

Senada dengan Setyawan, Kepala paroki Gereja St. Theresia Bongsari, Romo Didik mengungkap rasa dukanya malam ini. Tak hanya itu, dia menambahkan, sajian bendera setengah tiang di panggung sebagai bentuk simbol duka, segenap masyarakat Semarang.

Romo Didik menegaskan, bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan. Dia juga tidak menghendaki adanya intoleransi bagi sesama umat beragama. Ia juga berharap supaya semua pihak tidak mudah terpancing dan bagi siapapun yang memiliki niat jahat, lanjut Romo Didik bisa dibukakan pintu hatinya.

"Saya yakin, mereka masih memiliki hati nurani. Saya berharap supaya nurani mereka dibuka dan segera sadar, bahwa perbuatan mereka itu tidak berguna dan melukai nilai pancasila," pungkasnya

Sebelumnya, seorang remaja dengan membawa pedang menyerang jemaat yang mengikuti kebaktian misa pagi di Gereja St. Lidwina Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2).

Orang tak dikenal tersebut diketahui langsung menerobos masuk ke dalam gereja dengan melukai sejumlah orang termasuk Romo Pierre yang sedang memimpin misa.

Kejadian itu mengakibatkan sejumlah orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit, termasuk Romo Prier yang memimpin ibadah. [nes]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya