Berita

Foto/RMOL

Nusantara

FSTM Menolak Bentuk Politisasi Di Masjid

SABTU, 10 FEBRUARI 2018 | 00:25 WIB | LAPORAN:

Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) se-Jakarta menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid. Hal itu dapat menyebabkan persatuan umat terpecah belah.

Oleh karenanya, penolakan itu harus diwujudkan dengan mengembalikan masjid sebagaimana fungsinya.

"Mengembalikan masjid sesuai dengan fungsinya, yaitu menjadi perekat umat, penguat bangsa, dan negara," ujar Ketua FSTM Husni Mubarok Amir pada awak media usai Halaqoh di Masjid Baitur Rahmah, Jalan Cawang Baru Utara, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (9/2).


Husni juga meminta agar seluruh masyarakat bahu membahu mewujudkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, bukan lagi kegiatan politik.

"Mengajak kepada seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai, para calon kepala daerah dan para tm sukses untuk menjaga netralitas masjid agar lepas dari kampanye dan kepentingan pragmatis," katanya.

Selain menghindarkan masjid dari politik, mimbar masjid juga harus suci dari cacian, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan.

"Mengajak kepada seluruh imam, dai, dan muballigh agar menjadikan mimbar-mimbar masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerijma perbedaan dan saling menjunjung toleransi bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian serta ajakan permusuhan," kata Wakil Sekretaris PP Lakpesdam tersebut.

Paham radikal juga kerap kali masuk ke masjid-masjid tanpa disadari. Demi keutuhan NKRI, hal tersebut tentu harus dihindari dan dicegah sejak dini.

"Menolak paham radikal yang menyusup dari masjid ke masjid sebagai upaya menjaga dan merawat NKRI," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta KH Makmun Al Ayyubi, Ketua LTM NU Jakarta H Hamdi Masyhuri, Ust Busyrol Karim, dan Habib Ali Hasan Bahar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan takmir masjid se-DKI Jakarta. [nes]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya