Berita

Politik

Festival Toleransi Rakyat: Perempuan Berdaya, Komunitas Damai

KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 | 02:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Wahid Foundation akan menggelar festival Toleransi Rakyat. Acara digelar di Jakarta, selama tiga hari.
 
Festival Toleransi Rakyat ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara para pemangku kepentingan, masyarakat desa dan kota, serta pemerintah dalam menguatkan kohesi sosial, pembangunan demokrasi, dan toleransi.

"Tujuan dan harapan kami adalah adanya dukungan dan komitmen dari para pemangku kepentingan dalam mempromosikan toleransi dan demokrasi di level nasional dan lokal, termasuk meningkatnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menginisiasi penyebaran nilai-nilai toleransi dan demokrasi," terang Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (7/2).


Festival Toleransi Rakyat dilaksanakan pada 9 hingga 11 Februari 2018 di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jakarta Selatan. Tema yang diambil dalam festival adalah "Perempuan Berdaya, Komunitas Damai."

Tema ini diangkat karena perempuan Indonesia memiliki potensi besar menjadi agen toleransi dan perdamaian. Survei Wahid Foundation-Lembaga Survei Indonesia menyebutkan, 80,7% perempuan mendukung hak kebebasan menjalankan ajaran agama dan atau keyakinan. Sebanyak  80,8% perempuan lebih tidak bersedia radikal dibanding laki-laki (76,7%) dan perempuan yang intoleran (55%) lebih sedikit dibanding laki-laki (59,2%). Perempuan (53,3%) juga memiliki lebih sedikit kelompok yang tidak disukai dibanding laki-laki (60,3%).

Festival melibatkan lebih dari 30 desa di tiga provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dan sekitar 200 perempuan. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Wahid Foundation dengan Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi dan UN Women.

Festival akan diisi berbagai kegiatan seperti peluncuran One Village One Product (OVOP) dan Kampung Damai 'Perempuan Berdaya, Komunitas Damai'. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendeklarasikan Kampung-Kampung Damai yang telah didampingi Wahid Foundation sebagai model kampung yang menginisiasikan sembilan indikator Kampung Damai. Salah satu indikatornya, implementasi nilai-nilai toleransi dan perdamaian dalam kebijakan desa/kota damai.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan Pameran The Modest Fashion of Hijab dari Masa ke Masa, Video Challenge tentang Toleransi untuk Kaum Muda Pegiat Media Online, konsultasi agama, dan pelatihan bagi kalangan perempuan.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya