Berita

Bambang Soesatyo/Net

Politik

Tak Dukung Tes Narkoba, Ketua DPR Mengecewakan

RABU, 07 FEBRUARI 2018 | 00:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pernyataan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang tidak menghendaki anggota DPR menjalani tes urine dalam rangka deteksi penggunaan narkoba dinilai mengecewakan.

"Bagi Pemuda Muhammadiyah, pernyataaan Ketua DPR sangat mengecewakan dan wajib di direspon oleh Presiden, BNN, Komite Etik DPR, Ombudsman, Komnas HAM dan para ketua umum partai," kata Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Farid Ari Fandi melalui pesan elektronik kepada redaksi, Selasa (6/2).

Tes narkoba, lanjut dia, perlu dilakukan terhadap seluruh anggota DPR untuk tegaknya marwah lembaga DPR. Jangan sampai DPR sebagai lembaga distribusi otoritas kekuasaan justru terindikasi menjadi penguasaan sarang mafia narkoba.


Karenanya, kata Farid, pernyataan Ketua DPR tersebut perlu direspons oleh Presiden, BNN, Komite Etik DPR, Ombudsman, Komnas HAM dan para ketua umum partai dalam rangka membangun komitmen bersama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik, memiliki kualitas kinerja yang tinggi dalam melakukan kerja-kerja layanan dalam menyerap aspirasi publik.

"Benar atau tidaknya setiap anggota parlemen mengkonsumsi narkoba, perlu segera dilakukan tes oleh BNN. Tidak hanya tes urine namun juga tes rambut wajib dilakukan. Agar hasilnya benar-benar lebih berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan, membawa rasa keadilan dan tegaknya marwah lembaga," kata Farid.

Dia menekankan penangkapan staf sekretariat DPR Robby Salam terkait peredaran narkoba menandakan lembaga DPR belum bersih dari peredaran narkoba. Sudah jadi berita umum ada anggota Dewan tertangkap memakai narkoba. Publik juga masih ingat pesan terakhir terpidana mati bos narkoba Freddy Budiman tentang keterlibatan anggota Dewan.

Karenanya, sambung Farid, upaya yang disinyalir saling melindungi antar anggota DPR dengan meminta tidak ada pemeriksaan tes urine, membuktikan sekali lagi jika marwah lembaga legislasi sedang dipertaruhkan, diuji dalam komitmennya menjalankan pemerintahan yang bersih dan baik.

"Kita menjadi saksi bagaimana minimnya produktifitas lembaga ini, mengeluhnya pemerintah dan masyarakat pada produk legislasi dan jatuhnya kepercayaan masyarakat. Belum lagi bukti Indonesia menjadi target peredaran narkoba. Artinya bisa jadi perlindungan peredaran itu sampai ke dalam gedung yang terhormat, bila tidak segera dibuktikan apakah anggota dewan terbebas dari narkoba," papar dia.

Untuk itu, Farid menyampaikan Pemuda Muhammadiyah mewarning dengan segala produktifitas lembaga ini bila tidak segera dilakukan pemeriksaan. Artinya ini menjadi penguat bahwa lembaga BNN harus segera melakukan pemeriksaan.

"Kita berharap negara ini mampu benar benar memilih pemimpin yang amanah menampuk kepercayaan setiap warga negara. Tetapi bagaimana itu bisa berlangsung bila masyarakat Indonesia tidak pernah tahu bahwa setiap perwakilan mereka benar benar terbebas dari narkoba dan zat psikotropika. Padahal diawal mendaftar menjadi caleg, itu menjadi prasyarat utama," demikian kata Farid.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya