Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Di Era Jokowi, Indonesia Tak Punya Kapasitas Jadi Kekuatan Baru Di Dunia

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 05:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Profesor Richard Robison menyebut Indonesia tidak punya kapasitas untuk jadi kekuatan baru baik di regional apalagi di pentas global. Menanggapi prediksi Richard, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono tidak sepenuhnya setuju.

"Kalau sekarang, di era Joko Widodo yang memerintah, ya saya setuju bahwa Indonesia tidak akan punya kapasitas untuk jadi kekuatan baru di dunia. Tapi saya percaya satu saat Indonesia akan jadi negara yang menjadi kekuatan baru setelah seorang pemimpinnya bisa menciptakan pemerintahan yang punya strong leadership dan pemerintahan yang tidak korup," kata Arief kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/2) malam.

Arief mengatakan Indonesia saat ini belum bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia karena banyak persoalan domestik yang justru mengerdilkan Indonesia sebagai negara dengan sumber dan potensi ekonomi yang melimpah.


"Wong pangan dan BBM aja impor, kok jadi kekuatan baru. Sebab negara yang punya kapasitas kekuatan di dunia pasti punya ketahanan dalam hal pangan dan energi," imbuh Arief.

Belum lagi, masih kata Arief, sangat terlihat deal-deal Pemerintah Indonesia di bawah Jokowi selama ini dengan Multi National Corporation (MNC) memble. Terpentalnya Sudirman Said dari posisi menteri karena membuka kasus papa minta saham Freeport sebagai contoh Pemerintah Jokowi bisa diintervensi.

"Ini bukti Indonesia belum jadi kekuatan baru di dunia," katanya.

Dikatakan Arief Poyuono, Indonesia punya modal untuk bangkit sebagai kekuatan regional dan internasional. Modal tercapainya kemajuan bagi Indonesia sehingga menjadi kekuatan baru di dunia adalah demokrasi.

"Tapi demokrasi di Indonesia masih pada demokrasi yang  tidak jujur dan banyak dipengaruhi kepentingan asing dan money politik," tukas Arief Poyuono.

Prediksi Indonesia tidak akan menjadi kekuatan baru baik di regional apalagi di pentas global disampaikan Profesor Richard, Juli 2016.

Prediksi tersebut disampaikan Profesor Richard Robison saat memberikan kuliah umum di kampus Universitas Melbourne.

Richard melihat tidak adanya intensi dan kapasitas pemimpin politik dan ekonomi untuk memproyeksikan kekuatan Indonesia menjadi salah satu penyebabnya.

Richard terkenal dengan karya-karyanya mengenai ekonomi politik Indonesia, di antaranya "Indonesia: The Rise of Capital" yang telah menjadi buku referensi yang berpengaruh.

Richard adalah profesor emeritus pada Asia Research Centre di Universitas Murdoch. Dia juga pernah menjabat Profesor dan Direktur Australian Research Council’s Special Centre for Research on Politics and Society in Contemporary Asia.[dem]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya