Berita

Publika

Beradaptasi Terhadap Lingkungan

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 03:41 WIB

TIDAK cukup dengan menggunakan pengetahuan dan pemahaman, melainkan perlu bertindak mempraktekkannya. Lingkungan hidup telah berubah. Dinamika barisan cincin pegunungan berapi tidak cukup ditentramkan dengan menggunakan tradisi bersih desa berupa syukuran hasil bumi sebagaimana praktek metode kepemimpinan Aji Saka, melainkan menggunakan disain bangunan tahan gempa bumi dan pelatihan reaksi cepat terhadap bencana gunung Meletus, serta penataan tata ruang dan tata wilayah.

Penanaman tegakan tanaman hutan tidak cukup menggunakan program sejuta pohon. Semiliar pohon juga masih kurang. Kumpulan tegakan pohon yang digantikan tempat tinggal dan tempat usaha sebagai saana ibadah tidak cukup berupa hutan beton dan pembuatan resapan air biopori, parit, selokan, sungai, tanggul, bendungan, danau, situ, dan giant wall, melainkan pohon itu belum tergantikan dalam membantu menyerap air. Itu agar air hujan sangat lebat tidak berubah menjadi bencana pada lingkungan sekitar aliran air yang bergelombang cepat menuju muara. Gerakan mensakralkan larangan menebang pohon besar tidak dapat ditukargulingkan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

IMB yang menjadi sumber pendapatan pemerintahan daerah. Pemerintahan informal dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) hingga kelurahan, dan Kabupaten atau Kotamadya. Pertukaran antara suara pemilih dengan sedekah bumi monetisasi itu mempunyai implikasi kuota tegakan tanaman hutan tergantikan dengan hak guna tanah dan bangunan. Tanaman hutan bagaikan markas pasukan garis depan dalam menyerap air hujan lebat itu lenyap bagaikan sunyi senyap pasukan di markas barak-barak garnisun.


Tantangan itu bukanlah berupa serangan roket dan pasukan tantara dari Korea Utara, melainkan air hujan lebat yang berlanjut pada air bah. Banjir bandang dan genangan air yang merusakkan bahan perabotan dan merobohkan bangunan. Suatu kepemilikan materi yang menyusut disebabkan bencana alam siklus tahunan. Pemerintah sudah mempunyai Badan Penanggulangan Bencana sebagai tindakan kuratif, namun yang diharapkan adalah tindakan preventif.

Tantangan zaman telah berubah. Tidak cukup lagi menggunakan ilmu pengendali air, angin, badai, dan petir menggunakan kearifan lokal. Misalnya menancapkan bawang cabe di ujung seikat sapu lidi, atau melempar sebuah celana panjang perjaka ke genteng rumah. Akan tetapi pengendalian lingkungan hidup itu dewasa ini terkendala oleh ketergantungan pada disain anggaran yang defisit. Lebih besar pengeluaran dibandingkan penerimaan. Sebuah pembangunan bergantung dari sumber keberhasilan mendapatkan kelangkaan pinjaman utang. Pinjaman yang bukan lagi hibah, melainkan tukar menukar dengan kepentingan.

Ditukar dengan lapak usaha dagang lintas negara. Ditukar dengan impor. Ditukar dengan kelebihan jumlah penduduk negara tetangga. Pinjaman yang ditukar dengan moratorium kebebasan masuk mencari nafkah ke negara sahabat.[***]

Sugiyono Madelan
Peneliti INDEF, Dosen Pascasarjana Universitas Mercu Buana, dan Tenaga Ahli Anggota DPR RI.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya