Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ensiklopedi Budaya Keindonesiaan Format Baru Siaran Pro4 RRI

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 02:15 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Radio Republik Indonesia (RRI) Programa 4 (Pro4) 92,8 FM menusung format siaran baru yakni Ensiklopedi Budaya Keindonesiaan, yang bertujuan agar memberika pemahaman bahwa radio tidak semata hanya informasi, pendidikan serta hiburan semata.

"Tetapi lebih bernilai sebagai wacana ilmu pengetahuan dan instrumen masyarakat dalam mengembangkan kualitas keadaban manusia," kata Direktur Utama RRI M Rohanudin dalam sambutannya di soft launching Pro4, di kantor RRI, Jalan Merdeka Barat, Rabu (31/1).

Rohanudin mengatakan, mengapa memilih kata 'Keindonesiaan' karena itu mencerminkan keragaman, budaya, suku dan agama yang ada di Indonesia. Sehingga, kata dia hadirnya Pro4 dengan format baru ini diharapkan dapat menyejukan Indonesia melalui program kebudayaan.


"Terlebih kedepan kita menghadapi tahun politik," ujarnya.

Selain itu, RRI juga akan terus berupaya menuju titik peran lembaga penyiaran yang melayani siaran informasi, pendidikan dan hiburan dalam rangka membangun peradaban bangsa.

"Peran ini kiranya menjadi sangat penting jika dilihat kenyataan terpaan media saat ini yang didominasi oleh hiburan, ini belum termasuk hantaman budaya asing yang berpotensi menggerus budaya asli Indonesia," ujar Rahanudin.

Nantinya, dalam format baru Pro4 ini sejumlah artis seperti Ferdi dan Didi dari grup band Elemen juga Ria Irawan bakal menjadi penyiar.

"maka RRI Pro4 hadir untuk segmentasi anak muda. Dimana anak-anak muda akan diberikan pemahaman lebih dalam tentang keragaman budaya dalam berkehidupan di Indonesia," demikian Rohanudin.  [nes]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya