Berita

Serahkan Laporan Rakornas/RMOL

Nusantara

Gerakan Koin NU Membantah NU Ormas Yang Mengharapkan Dana Pemerintah

RABU, 31 JANUARI 2018 | 21:49 WIB | LAPORAN:

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU 2018 berlangsung di Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah resmi ditutup Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda menegaskan Rakornas di Sragen merupakan Rakornas ketiga setelah pada tahun 2016 digelar di Jakarta dan 2017 di Sukabumi.

Pada Rakornas pertama dilakukan konsolidasi dan penguatan kepengurusan LAZISNU di seluruh Indonesia. Rakornas kedua untuk mempelajari tata kelola zakat yang dikembangkan LAZISNU Sukabumi.


"Adapun Rakornas ketiga ini bertujuan memperkuat fundraising dan tata kelola ZIS belajar dari Kotak Infak (Koin) NU Kabupaten Sragen. Rakornas bertema Arus Baru Kemandirian Ekonomi NU, Menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama," kata Syamsul kepada wartawan usai memberikan hasil rakornas kepada Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Rabu (31/1).

Rakornas diikuti perwakilan pengurus NU Care-LAZISNU dari tingkat wilayah, kabupaten, kecamatan, desa, termasuk UPZISNU/JPZISNU di seluruh Indonesia. Selain itu juga dihadiri perwakilan NU Care-LAZISNU Taiwan.

Selain itu dilaporkan penghimpunan dana NU Care-LAZISNU sepanjang 2017 di tingkat pusat mencapai Rp16.771.119.650. Dengan perolehan sebesar itu, Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU menyalurkan sebanyak Rp11.866.310.765. Rincian penyaluran NU Care-LAZISNU meliputi bidang pendidikan sebesar Rp4.301.905.000; kesehatan sebesar Rp680. 264.053. Adapun pemberdayaan ekonomi mencapai Rp2.709.302.872,- dan Siaga Bencana mencapai Rp1.008.429.840.

Dana tersebut sebagian disalurkan untuk membantu etnis Rohingya dan suku Asmat yang saat ini masih berjalan. Sementara secara nasional penghimpunan mencapai 189.280.134.145,35. Rakornas diisi dengan pendalaman fundraising, testimoni gerakan Koin NU Sragen, testimoni BMT Mitra Dana Sakti MWCNU Pasir Sakti Lampung Timur, pengelolaan zakat di sejumlah daerah. Selain itu juga ZIS Trip yaitu kunjungan ke MWCNU dan bakal rumah sakit NU Sido Waras yang dibangun dari dana Koin NU Sragen.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memuji Nahdhatul Ulama sebagai organisasi masyarakat yang turut serta berperan dalam pembangunanekonomi mayarakat di Indonesia melalui Koin NU yang dilakukan oleh NU Care-LAZISNU Sragen dengan bertujuan kemandirian organisasi.

Gerakan itu, kata dia, sekaligus membantah jika NU dengan label ormas yang menunggu dana turun dari pemerintah.

“Kalau sudah mandiri, ormas ketika ada kegiatan tidak mengharapkan dana dari maupun pusat, provinsi ataupun kabupaten. NU contoh kemandirian luar biasa,” kata Kusnidar.

Dia berharap bahwa gerakan Koin NU untuk dijadikan model nasional, dikarenakan kekuatan ekonomi yang dihasilkan luar  bisa. Berdampak terhadap NU yang dipandang sebelah mata oleh orang lain.
 
Ia melihat kekuatan ekonomi yang semakin merata pada jamaah NU. Umat juga harus terbangun untuk bisa menjaga kemandirian dan berperan untuk membangun ekonomi negeri ini.

"Biasanya ormas yang belum mandiri selalu mengadakan kegiatan selalu mengandalkan dari pemerintah, tapi ini justru turut membangun pemerintah," terangnya. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya