Berita

Bahas UU Perfilman/RMOL

Nusantara

Zulkifli Hasan Desak Mendikbud Terbitkan PP Perfilman

RABU, 31 JANUARI 2018 | 19:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang perfilman.

"Sangat disayangkan, UU Perfilman yang sudah dikeluarkan sembilan tahun lalu, hingga kini belum diberlakukan,” kata Zulhas saat menerima Panitia Kongres Peranserta Masyarakat Perfilman di gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/1).

Zulhas membeberkan ada salah satu dari keluarganya yang belum lama ini membuat film dengan modal menjual tanah miliknya hanya untuk mendapat sepuluh layar di bioskop saat pertunjukannya.


“Ini sungguh memprihatinkan,” ujarnya.

Zulhas berharap melalui UU perfilman nanti, film Indonesia harus mendapatkan perlindungan hukum untuk berkesempatan dipertunjukkan serta mendapatkan penonton yang memadai.

Untuk itu, Ketua Umum PAN itu menyatakan kesediaannya untuk membuka kegiatan Kongres Peranserta Masyarakat Perfilman yang akan berlangsung 2-3 April di Surabaya.

“Makanya ada di antara masyarakat perfilman ini yang bersedia menjadi anggota DPR. Biar bisa memperjuangkan hal-hal seperti ini,” candanya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kongres Sonny Pudjisasono menyampaikan, pihaknya saat ini terus menghimpun permasalahan dalam penyelenggaraan perfilman nasional untuk nanti dibahas di dalam kongres.

“Selain masalah UU Perfilman yang tidak dilaksanakan setelah sembilan tahun diundangkan, melalui kegiatan sarasehan kami menginventarisasi berbagai masalah. Diantaranya tentang Piala Citra yang semakin kehilangan marwahnya, tentang tata edar yang tidak adil, tentang masalah sensor, dan lainnya,” kata Sonny.

Saat ini, kata Sonny, pihaknya terus menelusuri bebagai masalah yang akan disusun untuk menjadi materi kongres. Pihaknya menemukan banyak indikasi tidak beres dalam perfilman nasional.

Wina Armada Sukardi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang juga berperan sebagai Pengarah (Steering Committe) dalam Kongres, mengatakan bahwa yang dilakukan oleh masyarakat perfilman dalam gerakan menuju kongres adalah mendorong agar peraturan perundang-undangan dihormati semua pihak.

“Janganlah peraturan dilanggar, dengan mengakibatkan banyak pihak dirugikan, termasuk merugikan Film Indonesia,” demikian Wina. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya