Berita

Politik

PILGUB NTT

Romo Benny: Di Politik, Moralitas Itu Penting

RABU, 31 JANUARI 2018 | 19:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rohaniawan sekaligus pengamat sosial kemasyarakatan Romo Benny Susetyo  memperkirakan pilkada serentak 2018 tidak akan segaduh dan semassif Pilkada DKI tahun 2017 lalu. Sebab, peta koalisi partai politik cukup cair.

Di sisi lain, masyarakat pemilih sudah banyak belajar dari pengalaman sebelumnya sehingga tidak akan mudah terpancing dengan ujaran kebencian ataupun hoax.

Meskipun demikian, Pilkada 2018 masih menyisakan "PR" yang cukup pelik. Yakni, hadirnya kandidat calon pemimpin kepala daerah yang memiliki track record tersangkut moralitas.


Salah satunya adalah calon Gubernur NTT Marianus Sae (MS) yang diduga kuat melakukan tindakan amoral terhadap asisten rumah tangganya sampai melahirkan anak. Kasus tersebut sampai dilaporkan ke Komnas HAM oleh Aliansi Masyarakat Penegak Integritas Bangsa Indonesia (Ampibi), belum lama ini.

Terkait hal itu, Romo Benny menegaskan dalam politik, moralitas merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena sudah semestinya, seorang pemimpin itu harus bisa menjadi contoh, panutan dan teladan bagi rakyatnya. Karena itu, seorang pemimpin tidak boleh cacat moral dan cacat perilaku.

"Untuk wilayah yang calon kepala daerah tersangkut kasus moralitas, kuncinya ada di masyarakat. Setelah tahu track recordnya seperti itu (amoral), masyarakat harus lebih kritis, selektif dan cerdas dalam memilih. Inilah pentingnya Pendidikan politik bagi masyarakat," ujar Romo Benny melalui sambungan telepon, Rabu (31/1).

Romo Benny menekankan, jangan sampai masyarakat terkena manipulasi politik yang dilancarkan para kandidat yang seringkali tidak memberikan gagasan-gagasan konkret untuk perubahan wilayah dan keberpihakan kepada masyarakatnya.

"Masyarakat harus lihat sampai ke dalam-dalamnya, seperti apa track record dan pengalaman hidupnya. Jangan sampai masyarakat tertipu oleh kemasan politiknya. Kalau memang moralitas calon pemimpinnya hancur, jangan dipilih!" tegas Romo Benny.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Penyelamat Moralitas Bangsa (FKPMB) mengungkapkan bahwa Marianus Sae memiliki hubungan gelap atau berselingkuh dengan pembantunya berinisial MNS atau N. Hubungan itu bahkan menyebabkan sang pembantu hamil dan melahirkan seorang anak berinisial PR.

Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), sebuah lembaga advokasi kemanusiaan berbasis di Maumere, di mana di dalamnya ada sejumlah pastor dan biarawan/wati, pernah terlibat dalam advokasi terhadap MNS yang dianggap sebagai korban.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya