Berita

Net

Nusantara

Simpan Dendam, Anak Korban Kebakaran Tamansari Harus Direhabilitasi

RABU, 31 JANUARI 2018 | 12:29 WIB | LAPORAN:

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut anak korban kebakaran di Taman Sari, Jakarta Barat menyimpan rasa dendam terhadap pelaku.

Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Susianah mengatakan, hasil penyelidikan polisi diduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah pada Sabtu lalu (27/1). Pelaku S yang sudah ditetapkan sebagai sebagai tersangka membakar rumahnya sendiri hingga menyambar rumah-rumah lain di RW 03, Kelurahan Krukut.

"Kelakuan S ini ternyata mengakibatkan banyak anak-anak korban kebakaran memendam dendam. Tentu saja hal ini harus direhabilitasi melalui konselor dan psikososial," jelas Susianah kepada wartawan, Rabu (31/1).


Susianah bersama Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti meninjau lokasi kebakaran dan tenda-tenda pengungsian pada Selasa kemarin (30/1).

Retno menjelaskan, dari 1327 jiwa yang terdampak kebakaran terdapat 126 balita. Anak yang bersekolah diperoleh data sejumlah 209 orang dengan rincian TK sebanyak lima orang, SD (116), SMP (47), dan SMA (41). Ibu hamil sebanyak 12 orang juga harus dipastikan bahwa anak yang dikandungnya mendapatkan pemenuhan kebutuhan untuk tumbuh kembangnya.

Sehingga total anak berjumlah 335, dan yang masih di dalam kandungan 12 jiwa. Terdapat juga satu gedung Sekolah Taman Kanak-kanak yang ikut habis terbakar.

"KPAI berharap pemerintah provinsi bisa membantu mengadakan sekolah darurat untuk jangka pendek. Dan untuk jangka panjang membantu pembangunan kembali TK tersebut demi kelangsungan pendidikan anak-anak terdampak," demikian Retno. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya