Berita

Nusantara

Institut Soekarno Hatta Akan Bedah Divestasi Saham Newmont

RABU, 31 JANUARI 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Institut Soekarno Hatta akan menggelar diskusi tentang transparansi divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Selain untuk memperjuangkan hak masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), diskusi juga bertujuan untuk mewujudkan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Pemprov NTB memiliki saham PT Newmont 6 persen. Anehnya, saat 82 persen saham PT Newmont dijual ke Arifin Panigoro, itu termasuk 6 persen milik Pemprov. Tetapi Pemprov NTB belum pernah terima uang sepeser pun," kata Direktur Institut Soekarno Hatta, M. Hatta Taliwang dalam keterangannya, Rabu (31/1).

Hatta mengatakan, kontrak karya PT NNT dengan Pemerintah Indonesia menyepakati divestasi 51 persen saham ke pihak Indonesia setelah 10 tahun beroperasi. Sebagian besar saham yang didivestasi dikuasai swasta Bumi Resourcess.


"Pemrov NTB cuma mendapatkan 6 persen saham," sebut Hatta.

Setahun lalu, lanjut mantan anggota DPR RI ini, 82 persen saham Newmont telah dibeli oleh Arifin Panigoro (PT Medco), dan saham Pemprov NTB yang besarnya 6 persen pun ikut dilepas oleh oknum Pemprov NTB.

"Lalu, kemana uang penjualan saham 6 persen yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 2,1 triliun, dan siapa yang memakannya?" ujar Hatta.

Menurut Hatta, divestasi ini penuh dengan skandal dan sangat tidak transparan. Untuk itu, ia menganggap perlu diadakan diskusi membedah sengkarut divestasi Newmont dan aliran uang hasil penjualan sahamnya.

"Tidak ada tujuan lain selain demi transparansi penyelenggaraan pemerintahan," katanya.

Diskusi yang akan digelar pada 6 Februari 2018, pukul 13.30, di Hotel Ibis Budget Menteng ini, rencananya akan menghadirkan beberapa narasumber. Diantaranya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Anggota Komisi VII DPR RI Efendi Simbolon, Direktur IRESS Marwan Batubara, serta Ketua DPRD Provinsi NTB. Diskusi ini juga akan menghadirkan wakil rakyat NTB di DPR RI Fahri Hamzah sebagai keynote speaker.

Namun beredar kabar, Fahri tidak sungguh bersedia hadir. Alasan yang disampaikannya dalam pesan WA kepada Hatta, diskusi akan berat bagi Zul. Maksud Fahri menjurus ke rekan separtainya, Zulkiflimansyah yang duduk di komisi pertambangan DPR RI. Sekarang telah terdaftar sebagai calon Gubernur NTB untuk Pilkada 2018 berpasangan dengan Rochmi, adik dari Gubernur NTB.

Spekulasi yang berkembang mengarah pada adanya peran penting Zulkiflimansyah dalam proses divestasi ke PT Bumi dan penjualan saham ke PT Medco. Apa persisnya peran yang dimainkannya, belum ada yang memastikannya. Diharapkan diskusi ini dapat menguak banyak tabir misteri di balik divestasi dan alih saham perusahaan penambangan emas di Pulau Sumbawa itu. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya