Berita

Dialogue101/net

Nusantara

Lewat Aplikasi Ini, Pecandu Bisa Mudah Lepas Dari Narkoba

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 16:34 WIB | LAPORAN:

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng perusahaan pengembang aplikasi PT Vanaspati Arkananta Widya (VAW), menghadirkan aplikasi digital Dialogue101 sebagai sarana pencegahan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia.

Founder VAW, Minardiantomo Suputro menjelaskan aplikasi ini akan membantu masyarakat Indonesia mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai narkoba baik dampak maupun kerugian yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

Aplikasi ini, kata Tomy, sapaan akrabnya, juga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang terlanjur menggunakan Narkoba untuk berbagi cerita dan berkonsultasi agar terlepas dari pengaruh obat-obatan terlarang tersebut.


“Kebanyakan pemakai Narkoba yang ingin sembuh tidak tahu harus kemana. Di aplikasi ini kami sediakan fasilitas chating 24 jam untuk berkonsultasi yang akan dijawab oleh manusia bukan mesin,” kata Tomy kepada wartawan, Selasa (30/1).

Sementara itu, Kepala BNN Budi Waseso (Buwas) berharap aplikasi ini dapat membantu mencegah penyebaran penyalahgunaan narkoba.

“Sekarang semua orang menggunakan smartphone, dengan jangkauan dan teknologi yang ditawarkan perangkat ini semoga dapat mencegah penyebaran narkoba dengan efektif,” kata Buwas.

Sebagai informasi sepanjang tahun 2017 terdapat ratusan ribu kasus narkoba dimana 70 persen pemakai narkoba merupakan pekerja, 22 persen pelajar dan mahasiswa dan sisanya merupakan pengangguran. Sedangkan kerugian jiwa yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan penggunaan narkoba ini sedikitnya 45-50 orang meniggal setiap harinya dan kerugian materil sebesar Rp 75 Triliun tiap tahunnya. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya