Berita

Nusantara

Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak Pada Seribu Hari Pertama

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 11:27 WIB | LAPORAN:

Seribu hari pertama dalam hidup anak adalah masa yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Pada usia 0 hingga 3 tahun, tubuh dan organ-organ anak mengalami pertumbuhan yang pesat.

Anak tidak hanya membutuhkan stimulasi, tapi juga gizi seimbang yang mendukung perkembangan maksimalnya di masa-masa ini.

"Seribu hari pertama kehidupan dihitung mulai dari hari pertama konsepsi lalu terbentuk embrio hingga anak berusia dua tahun. Kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun," jelas Kabag Penelitian Center for Indonesian Policy Studies Hizkia Respatiadi, Selasa (30/1).  


Dia mengatakan, gizi seimbang adalah asupan yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Kandungan gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Gizi seimbang berguna untuk pertumbuhan otak (intelegensia) dan pertumbuhan fisik.

"Selain itu, saat bayi lahir hanya 25 persen bagian otaknya yang berkembang. Namun ketika menginjak usia tiga tahun perkembangan otak ini sudah meningkat hingga 80 persen. Oleh karena itu, pesatnya tumbuh kembang anak selama periode seribu hari pertama kehidupannya harus didukung dengan pemenuhan gizi yang tepat," jelas Hizkia.

Pemenuhan gizi pada anak harus didukung oleh bahan-bahan pangan yang beragam dan berkualitas. Beragamnya bahan pangan yang ada di Indonesia bisa dijadikan sumber nutrisi untuk keluarga. Pemenuhan gizi harus dilakukan mulai dari kehamilan. Misalnya selama kehamilan trimester pertama, ibu hamil memerlukan tambahan kalori sekitar 180 kkal, tambahan protein 20 gram, lemak 6 gram,dan karbohidrat 25 gram. Pada trimester kedua dan ketiga dibutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kkal, tambahan protein hingga 20 gram, lemak 10 gram dan karbohidrat 40 gram.

"Ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Anemia pada ibu hamil bisa berdampak pada janin, misalnya lahir prematur atau kemungkinan komplikasi lain," kata Hizkia.

Walaupun begitu, pertumbuhan anak tidak berhenti di 1.000 hari pertama hidupnya saja. Pada usia 0-6 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat. Sementara itu pada usia 6-12 tahun pertumbuhannya datar. Anak akan kembali mengalami pertumbuhan yang pesat pada usia 12-18 tahun.

"Pemenuhan gizi anak harus terus dilakukan, setidaknya semua kebutuhannya harus terpenuhi dalam tahap pertumbuhan. Oang tua harus pandai-pandai memaksimalkan berbagai bahan pangan yang ada di untuk diolah menjadi makanan yang disukai anak. Semakin cepat kita mengenalkan berbagai jenis bahan pangan pada anak, maka anak akan memiliki semakin banyak pilihan, tidak akan fokus pada satu bahan pangan saja," demikian Hizkia. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya