Berita

Foto/Net

Nusantara

Jalan Jenderal Besar AH Nasution Di Jakarta Akan Segera Terwujud

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemberian nama jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di DKI Jakarta sudah diperjuangkan sejak tahun 2004.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 59/2004 ruas jalan ring road di daerah Jakarta Timur pernah diberi nama Jalan AH Nasution, tapi karena berbatasan langsung dengan Kota Bekasi akhirnya dibatalkan.

"Artinya, seluruh persyaratan administrasi sudah terpenuhi untuk dijadikan nama jalan," kata salah satu Ketua DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS), Fadli Nasution, Selasa (30/1).


Keluarga besar AH Nasution dan IKANAS adalah pengusul nama jalan.

Ditambahkan Fadli, ruas jalan yang akan diberi nama AH Nasution meliputi kawasan Mampang Prapatan dan Warung Buncit yang akan melalui delapan kelurahan dan tiga kecamatan di Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah, akhirnya perjuangan kami mendampingi keluarga besar Pak Nas (AH Nasuition) yang mengusulkan nama jalan ini direspon dengan baik dan cepat di masa pemerintahan Anies-Sandi. Sekarang lagi dalam proses sosialisasi,"

Nama Jalan AH Nasution diusulkan menggantikan nama Jalan Warung Jati Barat, Mampang, Jakarta Selatan. Perubahan ini diketahui berdasarkan surat edaran bernomor 53.11.811.2 dengan subjek surat disebutkan terkait dengan perubahan nama Jalan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir perubahan nama hanya di jalan utama, selebihnya jalan-jalan yang masuk ke dalam tetap tidak berubah," tutup Fadli.

Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumatera Utara pada 3 Desember 1918, dan meninggal di Jakarta pada 6 September 2000.

AH Nasution Nasution adalah satu dari tiga jenderal yang memperoleh gelar Jenderal Besar. Dua jenderal lainnya adalah Soerharto dan Soedirman.

AH Nasution lolos dari upaya percobaan penculian dalam tregedi 1965. Dia pernah mendudiki jabatan Ketua MPRS, Menteri Pertahanan Keamanan dan KSAD. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya