Berita

Nusantara

Korban Gempa Lebak Butuh Sekolah Darurat

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 08:53 WIB | LAPORAN:

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sebanyak 13 bangunan sekolah dari tiga kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten mengalami rusak akibat gempa bumi yang melandan pada 23 Januari lalu.
 
Menurut Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat KPAI Susianah Affandy, dari 13 sekolah, ada sekitar 75 persen mengalami rusak berat sehingga siswa harus belajar di luar gedung sekolah karena ruang kelas tidak bisa digunakan. KPAI meminta Pemprov Banten melakukan koordinasi lintas sektor, mulai dari pendataan sampai penanganan korban secara terintegrasi.

"Dengan penentapan situasi darurat dari provinsi maka akan ada penanganan korban bencana, seperti pengerahan peralatan untuk tenda pengungsian, pengerahan logistik, kegiatan psikososial, termasuk pembangunan sekolah darurat," jelas Susi kepada wartawan, Selasa (30/1).


Pantauan KPAI, anak-anak tersebut saat ini masih melakukan kegiatan belajar di teras sekolah yang masih rusak, dan keadaan sekolah tersebut cukup membahayakan anak-anak tersebut.

KPAI akan terus melakukan pengawasan terhadap pemenuhan hak anak atas sekolah atau madrasah darudat di lokasi bencana, baik selama situasi darurat sampai tersedianya ruangan belajar karena saat ini gedung sekolah tidak dapat difungsikan akibat gempa.

"Penyelenggaraan sekolah atau madrasah aman bencana yang akan menjadi lokus pengawasan KPAI meliputi antara lain terintegrasinya antar jejaring pendidikan dan atau antar jenis pendidikan," kata Susi.

Kemudian penyelenggaraan pendidikan formal atau non formal yang diselenggarakan dengan cara menyusaiakan waktu, tempat,sarana dan prasarana pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, bentuk, program dan/atau sumber daya pembelajaran lainnya dengan kondisi kesulitan peserta didik.

"KPAI juga mendorong pemerintah daerah menyelenggarakan kegiatan psikososial bagi anak-anak korban bencana yang meliputi penyelenggaraan kegiatan trauma healing," demikian Susi. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya