Berita

Foto/Net

Nusantara

Gerakan Koin NU Jadi Keteladan Nahdiyin Seluruh Indonesia

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 01:56 WIB | LAPORAN:

NU Care-LAZISNU menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ketiga di Sragen 29 hingga 31 Januari 2018 di Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah.

Rakornas diikut 300 orang pengurus NU Care-LAZISNU tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan dari seluruh Indonesia dan NU Care-LAZISNU Taiwan.

Direktur NU Care-LAZISNU H Syamsul Huda mengatakan Rakornas tahun ini akan menguatkan metode pengumpulan dana yang paling tepat dilakukan Nahdiyin. Pengumpulan dana melalui Koin NU seperti yang digalakkan PCNU dan NU Care-LAZISNU Sragen, perlu terus digerakkan.


"Gerakan Koin NU Sragen juga sangat tepat menjadi keteledanan bagi Nahdiyin di seluruh Indonesia," katanya kepada wartawan, Senin (29/1).

Arus Baru Kemandirian Ekonomi NU dipilih menjadi tema Rakornas yang juga digelar untuk menyongsong 100 tahun NU. Sejumlah agenda yang turut memeriahkan Rakornas yaitu seminar fundraising, ZIS Trip atau kunjungan ke lokasi usaha ekonomi, peletakan batu pertama pembanguan rumah sakit NU dari pemanfaatan Koin NU Sragen oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, santunan anak yatim, janda dan dhuafa serta bazar berbagai produk gagasan Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Sragen.

Rais Aam NU KH Ma’ruf Amin mengatakan tema yang diangkat dalam Rakornas tersebut sungguh tepat. Pasalnya, pada saat ini Nahdlatul Ulama berada di akhir 100 tahun pertama.

"Kita akan memasuki 100 tahun kedua. Karena itu, sisa waktu yang ada menjelang 100 tahun kedua itu kita jadikan untuk membuat landasan-landasan yang kuat. Kita kuatkan runaway-nya, supaya bisa tinggal landas. Karena menurut hadis, setiap awal 100 tahun itu akan ada pembaharu; ada gerakan baru," jelas Ma’ruf Amin yang juga hadir saat Rakornas.

Menurutntya, NU Care-LAZISNU telah melahirkan gerakan ekonomi mandiri Nahdliyin yang dahsyat. Di Sukabumi telah terbangun Klinik ZIS, di Sragen dengan pembangunan Rumah Sakit NU, di Lampung Timur dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT), dan juga di tempat-tempat yang lain. [nes]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya