Berita

Foto/Net

Nusantara

Pupuk Indonesia Amankan Pasokan

Jelang Musim Tanam
SENIN, 29 JANUARI 2018 | 10:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pupuk Indonesia (Per­sero) terus mempercepat dan mengoptimalkan pros­es distribusi, khususnya pupuk bersubsidi. Langkah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan petani menje­lang musim tanam 2018, sekaligus menjamin ket­ersediaan pupuk di sentra-sentra produksi beras di Indonesia.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Tossin Sutawika­ra menyatakan, pihaknya telah mengkoordinir para produsen pupuk yang mer­upakan anak perusahaan Pupuk Indonesia untuk mempercepat proses peny­aluran pupuk terutama dari lini 2 dan 3 (produsen) ke lini 4 (distributor).

"Dari sisi stok, secara nasional aman. Kami su­dah menyiapkan stok di Gudang-gudang lini 2 dan 3 melebihi ketentuan Pe­merintah, sehingga cukup untuk menghadapi musim tanam," ujar Tossin di Ja­karta, (26/1).


Agar pupuk bisa diter­ima petani tepat waktu, pihaknya akan memperce­pat proses pengiriman dari gudang-gudang tersebut ke distributor dan kios. "Para distributor dan pemilik kios harus segera men­ebus pupuk sesuai dengan alokasinya sehingga tidak terlambat diterima petani," kata Tossin.

Guna mengantisipasi ke­butuhan petani yang tidak tercantum dalam RDKK (Rencana Definitif Ke­butuhan Kelompok Tani) dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga te­lah menugaskan kepada para produsen pupuk untuk mewajibkan distributornya agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi di setiap kios. "Setiap kios harus mempunyai stok pu­puk non subsidi jenis urea dan NPK," tegas Tossin.

Tossin memastikan, stok nasional saat ini cukup untuk kebutuhan sebulan ke depan. Total stok pupuk hingga 25 Januari 2018, secara nasional di Lini III & IV, atau di Gudang Ka­bupaten dan Kios sebe­sar 1.148.568 ton. Jumlah tersebut dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetap­kan oleh pemerintah yaitu 581.161 ton, jumlah ini be­lum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi. Adapun rincian stok nasional di Lini III & IV yang terdiri dari 403.360 ton Urea, 374.725 ton NPK, 151.308 ton SP- 36, 130.155 ton ZA, dan 88.898 ton Organik.

Sedangkan realisasi pe­nyaluran hingga 24 Januari adalah sebesar 294.792 ton untuk urea, 47.722 ton untuk SP36, 64.953 ton pupuk ZA, dan 114.853 ton pupuk NPK. Dalam peny­aluran pupuk bersubsidi ini, Pupuk Indonesia menjalin kerjasama dengan Dinas-dinas Pertanian di daerah agar distribusi bisa tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurut Tossin, Pupuk Indonesia telah melakukan langkah-langkah khusus di beberapa daerah yang ber­potensi mengalami ham­batan distribusi. Termasuk untuk pengamanan stok di daerah Aceh dan Sumatera Bagian Utara yang ter­dampak dari tidak berop­erasinya pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

"Kami telah dan sedang mengirimkan stok dari produsen pupuk lain, yaitu Pupuk Sriwidjaja, Pupuk Kaltim dan Pupuk Kujang, untuk memenuhi kebutu­han di wilayah tanggung jawabnya PT PIM."

Di sejumlah daerah lain proses distribusi juga terus dipercepat guna mencegah kekosongan stok. saat ini Pupuk Indonesia memiliki Gudang Lini I berkapasitas 567.400 Ton, Gudang Lini II dan Lini III sebanyak 652 unit berkapasitas 2.981.078 Ton yang tersebar diseluruh Indonesia. ***

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya