Berita

Akhmad Djoihara/Net

Nusantara

Foto Bareng Bacagub, Ini Bantahan Ka BPBD Kabupaten Bandung

SENIN, 29 JANUARI 2018 | 10:38 WIB

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djoihara membantah tudingan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Bandung bahwa dirinya melanggar Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Adjo, sapaan Akhmad Djohara, hingga kini posisi dirinya netral dalam kontestasi Pilgub Jabar 2018.

"Sebagai PNS saya tetap netral. Untuk apa saya mendukung salah satu calon gubernur atau wakil gubernur? Dan saya bersikap pasif di acara itu, tidak ada intrik politik sama sekali," jelas Adjo seperti dimuat RMOLJabar.Com, Senin (29/1).


Ia menambahkan, tidak ada sama sekali niatan unjuk keberpihakan terhadap salah satu pasangan bakal cagub/cawagub Jabar.

Disinggung soal foto yang beredar di media sosial, Adjo mengaku tidak tahu.

"Saya itu di-tag di Facebook oleh rekan di Facebook saya, yang menunjukkan saya sedang berpose dengan Dedi Mulyadi. Saya sendiri tidak meng-upload," tukasnya lagi.

Ia juga tidak memakai atribut bukti keberpihakan saat foto bareng Dedi Mulyadi.

"Saya pakai baju batik hijau waktu itu," tuturnya.

Adjo lantas menceritakan, ketika itu peringatan 34 Tahun Relokasi Warga Korban Banjir Sungai Citarum di Kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah pada Rabu (24/1/18) malam lalu, yang juga dihadiri Dedi Mulyadi.

Bacagub yang berpasangan dengan Deddy Mizwar itu tak disangka mampir rumahnya yang memang dekat lokasi acara. Saat itu cuaca sedang hujan.

"Ya, karena beliau datang ke rumah, karena kebetulan istri saya dari Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung, saya juga ikut beramah tamah menerima. Jadi, saya tidak sengaja bertemu sama beliau di situ," tandasnya.[wid]



Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya