Berita

RMOL

Nusantara

Gelar Ijazah Kubro, Pagar Nusa Siap Kawal NU Dan Kiai

MINGGU, 28 JANUARI 2018 | 21:57 WIB | LAPORAN:

Ribuan pendekar Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa berkumpul di Lapangan Puser Bumi, Ciperna, Cirebon, Minggu (28/1).

Mereka bersama-sama berikrar siap mengamankan para kiai NU dari gangguan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Ikrar disampaikan Ketua Umum PP Pagar Nusa Nabiel Haroen di hadapan Rais Aam PBNU KH. Makruf Amin dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH. Said Aqiel Siraj. Disaksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menpora Imam Nahrawi.


Ribuan pendekar NU dari seluruh Indonesia datang ke Cirebon untuk mengikuti kegiatan Ijazah Kubro dan Pengukuhan PP Pagar Nusa masa khidmat 2017-2022.

Kasus penganiayaan kiai NU di Cicalengka, Bandung Barat Sabtu kemarin (27/1) juga mengundang keprihatinan para pendekar NU.

"Kami tunggu perintah dari para kiai, kapanpun siap bergerak. Tentu saja tetap dalam koridor hukum," jelas Nabiel.

Rais Aam PBNU KH. Makruf Amin mengapresiasi ikrar yang dijanjikan. Menurutnya, ikrar membuat para ulama NU menjadi lebih tenang melayani umat dan tidak khawatir lagi dengan aksi-aksi teror yang muncul.

"Sudah semestinya para ulama dan kiai dilindungi, karena mereka adalah pewaris para nabi," ujarnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku bangga dengan militansi para pendekar NU dalam ikut mengawal perjuangan kemerdekaan RI. Menurutnya, tanpa peran pendekar NU, kecil kemungkinan Indonesia bisa merih kemerdekaan.

"Dengan senjata ala kadarnya kita bisa mengusir penjajah. Ini semua berkat jasa para pendekar NU," pujinya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan kerja sama pengiriman pelatih silat antara Pagar Nusa NU dengan Taiping Su Federation, organisasi pencak silat dari Tunisia. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya