Berita

Foto: Net

Nusantara

PMII: Penganiayaan KH Umar Basri Melukai Umat Muslim

MINGGU, 28 JANUARI 2018 | 20:36 WIB | LAPORAN:

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat, mengutuk keras tindakan kriminal terhadap Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka. KH Umar Basri.

Mama Santiong sapaan akrabnya, menjadi korban penganiayaan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab usai melaksanakan ibadah Shalat Shubuh pada Sabtu (27/1).

"Aksi kriminalitas oleh oknum tersebut, yang sampai hari ini masih belum diketahui identitasnya (buron), tentunya sangat melukai umat muslim, khususnya para santri serta keluarga besar Nahdlatul Ulama di Jawa Barat," kata Wakil Ketua 2 PKC PMII Jabar, Budi Burhanudin seperti diberitakan RMOLJabar.com, Minggu (28/1).


Menurut dia, kejadian yang menimpa Mama Santiong sangat keji. Apalagi, dilakukan di tempat peribadahan serta posisi korban sedang melakukan dzikir ba'da Shalat Shubuh.

"Tentunya secara moralitas tindakan tersebut jauh dari sifat kemanusiaan," tegas dia.

Maka dari itu, pihaknya meminta seluruh umat muslim di Jabar untuk mendo'akan Mama Santiong. Serta, Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengusut tuntas motif pelaku penganiyaan kepada KH Umar Basri, serta diinformasikan kepada publik.

Selain itu, pihaknya menginstruksikan anggota PMII se-Jabar untuk dapat melaksanakan konferensi pers terkait kejadian tersebut.

"Semua anggota PMII se-Jawa barat, melakukan konferensi pers di Kota/Kabupaten yang isinya mengultimatum Kepolisian Resort di wilayahnya untuk bergerak cepat mengungkap dan menangkap pelaku penganiayaan Mama Santiong," ucap Budi.

"Semua pihak agar tetap sabar, serta tidak subjektif opini atau berasumsikan pelaku penganiyaan di media sosial, supaya tidak menambah panas suasana sampai pada pihak kepolisian mempublikasi secara resmi kepada masyarakat," sambungnya. [sam]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya