Indonesia Traffic Watch (ITW) memprediksi beberapa tahun ke depan jumlah penderita penyakit infeksi saluran nafas akut (ISPA) akan mengalami peningkatan, khususnya di kota kota besar seperti Ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Perkiraan meningkatnya jumlah penderita ISPA, merupakan dampak semakin banyaknya pengendara sepeda motor yang melakukan aktivitas sehari hari di jalan raya, tanpa menggunakan pelindung yang memadai seperti jaket dan masker.
"Pengendara sepeda motor di jalan, akan mengalami risiko terbesar dari serangan penyakit ISPA, hingga bronkitis atau TBC," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan dalam keterangannya, Minggu (28/1).
Menurutnya, meningkatnya jumlah warga masyarakat yg beraktivitas sehari-hari dengan menggunakan sepeda motor di jalan raya adalah fakta yang tak terbantahkan. Apalagi jawaban sesaat dengn argumentasi memenuhi kebutuhan tuntutan kebutuhan hidup. Tetapi risiko seperti ancaman dari serangan penyakit ISPA, bahkan TBC hendaknya jadi pertimbangan serius.
"Kami mendesak pemerintah agar melakukan sosialisasi secara masif dampak buruk akibat penyakit ISPA yang disebabkan aktivitas sehari-hari di jalan raya. Sekaligus memberikan solusi efektif untuk dapat mencegah terjadinya peningkatan jumlah penderita penyakit ISPA," desak Edison.
ITW mengingatkan, angin yang mengenai dada dan polusi udara yang terhirup saat mengendarai motor menjadi pemicu utama menculnya penyakit ISPA, TBC.
Secara tegas, Edison mengatakan, apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka sebuah kegagalan pemerintah mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sekaligus, lanjut dia, ancaman serius terhadap potensi sumber daya manusia.
[wid]