Berita

Nusantara

Waspada, ISPA Terus Mengintai Ibukota

MINGGU, 28 JANUARI 2018 | 12:56 WIB | LAPORAN:

Indonesia Traffic Watch (ITW) memprediksi beberapa tahun ke depan jumlah penderita penyakit infeksi saluran nafas akut (ISPA) akan mengalami peningkatan, khususnya di kota kota besar seperti Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Perkiraan meningkatnya jumlah penderita ISPA, merupakan dampak semakin banyaknya pengendara sepeda motor yang melakukan aktivitas sehari hari di jalan raya, tanpa menggunakan pelindung yang memadai seperti jaket dan masker.

"Pengendara sepeda motor di jalan, akan mengalami risiko terbesar dari serangan penyakit ISPA, hingga bronkitis atau TBC," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan dalam keterangannya, Minggu (28/1).


Menurutnya, meningkatnya jumlah warga masyarakat yg beraktivitas sehari-hari dengan menggunakan sepeda motor di jalan raya adalah fakta yang tak terbantahkan. Apalagi jawaban sesaat dengn argumentasi memenuhi kebutuhan tuntutan kebutuhan hidup. Tetapi risiko seperti ancaman dari serangan penyakit ISPA, bahkan TBC hendaknya jadi pertimbangan serius.

"Kami mendesak pemerintah agar melakukan sosialisasi secara masif dampak buruk akibat penyakit ISPA yang disebabkan aktivitas sehari-hari di jalan raya. Sekaligus memberikan solusi efektif untuk dapat mencegah terjadinya peningkatan jumlah penderita penyakit ISPA," desak Edison.

ITW mengingatkan, angin yang mengenai dada dan polusi udara yang terhirup saat mengendarai motor menjadi pemicu utama menculnya penyakit ISPA, TBC.

Secara tegas, Edison mengatakan, apabila kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka sebuah kegagalan pemerintah mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Sekaligus, lanjut dia, ancaman serius terhadap potensi sumber daya manusia.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya