Berita

Ahmad Suaedy/Net

Nusantara

Ombudsman Sediakan Layanan Pengaduan 24 Jam Untuk Korban Pelecehan Di RS

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 16:44 WIB | LAPORAN:

. Korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum pekerja medis masih enggan melaporkan kasus yang menimpanya ke pihak yang berwenang termasuk ke Ombudsman RI.

Anggota Ombudsman RI Ahmad Suaedy mengaku bahwa selama ini pihaknya baru menerima laporan soal pelayanan kesehatan yang masih minim yang terkait BPJS, belum pernah mendapatkan laporan soal tindakan asusila oleh pekerja medis.

"Ini sebenarnya banyak laporan. Angkanya sekitar 60-an sebagian besar berkaitan dengan BPJS. Justru pelecehan seks itu belum ada," kata Suaedy usai diskusi bertajuk 'Hospital Tanpa Hospitality' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).


Hal inilah yang membuat mereka untuk terus proaktif terhadap kasus yang seperti terjadi pada pasien W yang dilecehkan oleh oknum perawat RS National Hospital, Surabaya.

"Jadi ada dua tugas kami secara umum, pertama adalah menangani pengaduan tetap kalau ada masalah-masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik, ini kita bisa melakukan secara proaktif," katanya.

Konkretnya, Ombudsman menyediakan layanan pengaduan 24 jam melalui saluran telepon.

"Kami juga mengimbau kepada mereka yag pernah menjadi korban silahkan mengadu ke 137. Nomor gratis untuk kita dan boleh merahasiakan namanya. Jadi silahkan lapor, namanya kami catat dan kami rahasiakan tidak kami buka," ujar Suaedy. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya