Berita

M. Husni Mubarok/Net

Nusantara

Forum Silaturahmi Takmir Masjid Se Jakarta Tolak Politisasi Masjid

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 14:35 WIB | LAPORAN:

. Masjid yang sejatinya dibuat tempat beribadah kepada Allah SWT dan dakwah-dakwah menyejukkan dinilai telah beralih fungsi menjadi ajang khotbah tentang kebencian dan permusuhan.

Tuduhan-tuduhan kafir, musyrik dan munafik terhadap paham yang berbeda mengindikasikan radikalisme agama telah menemukan momentumnya dalam ruang demokrasi tapi nir logika ini.

Oleh sebab itu, menjadi tugas penting negara dan masyarakat untuk mengikis habis sebelum tumbuh menjadi besar.


"Seharusnya isu-isu politik yang perlu diangkat kepermukaan adalah bagaimana mengurangi kemiskinan dan pengangguran bagi siapa saja yang paling siap dan mampu melakukan itu semua dan bukan pada apakah ia muslim atau kafir, hitam atau putih, laki atau perempuan," tegas Koordinator Forum Silaturahmi Takmir Masjid se Jakarta, M. Husni Mubarok melalui keterangannya, Sabtu (27/1).

Lanjut Husni, Islam tidak menafikan gerakan politik yang dirajut dari masjid ke masjid, namun tentunya politik untuk kemashlahatan umat dan kebaikan bagi negara. Bukan sebaliknya, politik yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebab itulah Forum Silaturahmi Takmir Masjid se Jakarta menolak segala bentuk politisasi masjid.

"Masjid harus dikemblaikan sesuai fungsinya, yaitu tempat beribadah kepada Allah SWT dan tempat untuk menyampaikan pesan-pesan suci agamaNya," tegasnya.

Masjid, lanjut Husni, harus menjadi sarana untuk mempersatukan umat, bukan memecah belah dan memperuncing perbedaa.

"Forum Silaturahmi Takmir Masjid se Jakarta meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai," demikian Husni. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya