Berita

Ahmad Suaedy/Net

Nusantara

Ombudsman: Pelecehan Pasien Oleh Pekerja Medis Jamak Terjadi

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 14:00 WIB | LAPORAN:

. Kasus pelecehan seperti yang dilakukan oleh salah satu oknum perawat RS National Hospital Surabaya terhadap salah satu pasien wanita W sesungguhnya jamak terjadi.

Anggota Ombudsman RI, Ahmad Suaedy mengaku sangat mengapresiasi keberanian W yang berani membuka kasus asusila yang terjadi di salah satu RS ternama di Jawa Timur itu.

"Saya dalam hal ini memberikan penghargaan kepada W yang berani mengungkap ini," kata dia dalam diskusi bertajuk 'Hospital Tanpa Hospitality' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1).


Pasalnya menurut Suaedy, banyak korban yang ogah mengungkap kasus itu ke publik karena menganggap hal semacam itu merupakan aib bagi pribadi dan keluarganya.

"Kasus ini tadi saya katakan sebagai pembuka kotak pandora karena beberapa waktu lalu, kasus-kasus pelecehan seks di RS dan tempat kesehatan sulit sekali terungkap," tegasnya.

Bagaimana tidak, lanjut Suaedy, karena keberanian W itu, korban lain pun sudah mulai ikut-ikutan berani muncul dengan melaporkan kasus-kasus pelecehan yang dilakukan oleh para pekerja medis. Apa yang dilakukan W pun juga dinilainya sebagai perwakilan dari korban lain.

"Ternyata setelah dia mengungkap cukup banyak yang merasa terwakili dan kemudian membuka penderitaan mereka selama ini," ujarnya.

Hal itu, lanjut Suaedy, karena pihak RS kurang memberikan bagi pengaduan pasien yang merasa dirugikan oleh pelayanan para pekerja medis.

"Sehingga kita mengimbau agar RS memperlakukan pasien setara, lebih manusiawi dan itu sebagai raja sehingga mereka seperti raja. Misalnya begitu dia datang mendaftar dia dikasih info tentang prosedur, fasilitas dan penting tentang pengaduan," ungkapnya. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya