Berita

Lawan LGBT/net

Nusantara

Pemuda Muhammadiyah: Pelaku Dan Penggiat LGBT Segeralah Taubat Nasuha!

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 19:24 WIB | LAPORAN:

Para pelaku dan penggiat lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) harus segera bertaubat.

Demikian disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Abrar Azis  dalam diskusi bertajuk 'Polemik LGBT: Dilarang, Dibatasi atau Dibebaskan' di kawasan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (26/1).

Menurut Abrar, dalam agama Islam, perilaku LGBT sesungguhnya masuk dalam kategori dosa besar. Namun jika mereka bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, maka Allah yang maha pengampun sudah pasti akan mengampuni.


"Kepada para pelaku tentu seruan kita adalah bertaubat nasuha. Bertaubatlah, kembalilah pada jalan Allah. Berdosa itu tidak dilarang. Tapi kalau berdosa maka kembalilah (bertaubatlah)," tegas Abrar.

Abrar menambahkan Nabi Muhammad SAW juga mengatakan dalam satu hadist bahwa kalau sudah tidak ada lagi manusia yang berdosa, maka Allah akan ciptakan mahluk yang berdosa.

"Karena Allah itu maha pengampun. Maka dia akan mengampuni. Maka kembalilah pada ajaran agama yang benar karena agama kita bagi orang yang dosanya sebesar apapun dia akan kembali kepada fitrah," lanjutnya.

Lebih lanjut dia berharap bahwa negara dalam hal ini DPR dan pemerintah juga ikut hadir dalam menghilangkan perilaku menyimpang tersebut.

"Kita banyak merasakan ketidakhadiran negara dalam banyak hal. Kesejahteraan, sosial, gizi buruk dan macam-macam. Nah dalam hal ini kami mohon negara hadir karena ini adalah penyakit menular, dan bisa menular kepada keluarga kita di rumah. Jadi saya minta ini diperhatikan betul," demikian Abrar. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya