Berita

Nusantara

Reswan Kacaukan Ritme Kerja Sekretariat Daerah DKI

SELASA, 23 JANUARI 2018 | 18:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kehadiran Artai Reswan W Soewardjo yang menjabat Asisten Pemerintahan sejak 10 Januari lalu dipersoalkan. Ia dianggap mengacaukan ritme kerja di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) DKI Jakarta.

"Banyak informasi yang saya terima dari lingkungan Setda, Reswan tidak cakap memimpin serta hobi ikut campur urusan tiga asisten lain yang bukan tupoksinya," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch  (BMW), Amir Hamzah, Selasa (23/1).

Diketahui Sekretaris Daerah  (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah memiliki empat asisten, yakni Asisten Perekonomian Franky M Pandjaitan, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Gamal Sinurat, Asisten Kesejahteraan Rakyat Catur Laswanto dan Asisten Pemerintahan Artai Reswan W Soewardjo.

Salah satu contoh sikap Reswan yang merusak harmonisasi dan sinkronisasi lingkungan Setda terjadi saat rapat penggodokan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum lama ini.

"Saat rapat Reswan justru mengurusi bidang lain yang bukan tanggungkapannya. Ini jelas mengganggu," ujar Amir.

Kondisi ini, lanjut Amir, harus menjadi perhatian serius Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno.

Pasalnya Setda bersama Bappeda merupakan sentral perumusan perencanaan pembangunan maupun anggaran.

"Ini juga harus jadi pelajaran Anies-Sandi agar lebih selektif mengganti pejabat. Carilah pejabat yang berpengalaman yang melalui pemilihan secara struktural bukan dari tekanan," pungkas Amir.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya