Berita

Politik

BM PAN Tolak LGBT

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) meminta semua pihak tidak berdebat soal teknis di DPR RI terkait pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyebutkan ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang di Indonesia.

"Saya kira kita harus fokus pada substansi, yang jelas sebagai Ketua MPR beliau prihatin. Dan sebagai Ketua Umum PAN beliau pastikan partainya menolak LGBT dilegalkan. Justru kita harus apresiasi, berkat beliau bicara kita jadi tahu soal LGBT ini," kata Ketua DPW BM PAN DKI Jakarta Arie Kelik dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (22/1).

Arie pun memastikan BM PAN menolak paham LGBT. Menurutnya, LGBT tak ubahnya virus yang harus diantisipasi agar tidak bebas menyebar.


"Diantisipasi saja bisa menyebar, apalagi dibiarkan bebas dan legal," ujar Arie.

Karena itulah Arie mengajak semua pihak untuk terus mendorong agar DPR segera menyelesaikan revisi draft KUHP dan memastikan pelaku LGBT dihukum pidana.

"Kami kira penting bagi kita untuk menyikapi virus yang tak sesuai nilai luhur bangsa ini dengan bijak. Instrumennya lewat revisi KUHP atau apapun itu. Yang jelas kami minta LGBT ini tidak dilegalkan," tegas Arie.

Di sisi lain Arie pun meminta DPR untuk memperjelas pelaku LGBT itu. Sehingga tidak hanya menjerat pelaku sodomi bagi anak di bawah umur.

"Semua pelaku LGBT harus dihukum, baik itu terhadap sesama orang dewasa, apalagi kalau sodomi kepada anak di bawah umur," pungkas Arie.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya