Berita

Ongen Sangaji/Net

Politik

DPD Dan DPC Versi Ambhara Diultimatum Insyaf

SABTU, 20 JANUARI 2018 | 16:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengurus DPD dan DPC Partai Hanura kubu Ambhara yang dimotori Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo dan Sarifuddin Suding diperingatkan untuk insyaf. Mereka diminta bergabung dengan kepengurusan sah di bawah Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekretaris Jenderal Harry Lontung Siregar.

"Kami tunggu teman-teman DPD dan DPC yang salah jalan untuk mendatangi Hotel Manhattan sampai batas waktu Minggu (21/1) besok jam 11.00 WIB," kata Ketua Paguyuban DPD Partai Hanura Seluruh Indonesia, Mohamad Ongen Sangaji, kepada wartawan, Sabtu (20/1).

Ongen menggaransi pengurus DPD dan DPC yang menyatakan kesetiaan kepada Partai Hanura pimpinan OSO-Harry tidak akan diberikan sanksi apapun.


"Dijamin mereka yang kembali bergabung dengan Hanura OSO-Harry tidak akan dipecat maupun PAW (Pergantian Antar Waktu) dari DPR atau DPRD," tegas Ongen.

Dalam kesempatan tersebut, Ongen yang juga Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta mendorong agar seluruh pengurus DPD dan DPC Partai Hanura agar selalu kompak untuk menghadapi verifikasi fakta KPU dan Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah.

"Kita juga harus bersiap menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. Jangan mau diacak-acak oleh Sudding cs yang memiliki kepentingan tertentu," ujar Ongen.

Ongen juga menuding Sudding cs telah melakukan kebohongan terhadap pengurus DPD dan DPC yang menghadiri Munaslub Bambu Apus pada 18 Januari lalu. Dimana dalam undangannya disebutkan kegiatan tersebut mengatasnamakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto.

"Faktanya sejak sebelum Munaslub Bambu Apus sampai saat ini pengurus DPD dan DPC  tidak pernah bertemu dengan Pak Wiranto. Ini namanya pembohongan luar biasa," cetus Ongen.

Menanggàpi adanya proses SK Kemenkumham usulan Munaslub versi Bambu Apus sebagai kelompok Munaslub dengan Ketua Umum Marsdya (Purn) Daryatmo, Ongen juga menyatakan kegeramannya.

"Yang pasti, kami pemegang sah SK Kemenkumham, sedangkan kelompok mereka (Bambu Apus) baru mengusulkan (proses). Kami tidak akan mengikuti kejahatan politik yang dilakukan oleh kelompok kecil ilegal," terang Ongen.

Diketahui, hingga Jumat (19/1) malam,  sebanyak 17 DPD dan 290 DPC Partai Hanura menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan OSO-Harry. Hal itu disampaikan langsung oleh masing-masing ketua DPD yang hadir dalam pernyataan sikap di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan.


Beberapa DPD yang hadir antara lain DPD Bali, Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kepri, Jambi.


Seperti diberitakan sebelumnya, konflik internal melanda Partai Hanura. Sejumlah kader Hanura yang tergabung dalam kubu Ambhara menyatakan mosi tidak percaya terhadap Oesman Sapta Odang, dan memecatnya dari jabatan ketua umum. Kubu Ambhara juga menggelar Munaslub dan menunjuk Daryatmo sebagai ketua umum. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya