Berita

Rachmat Mulyana Memet/JRPP

Kesehatan

Saatnya Pemprov DKI Fasilitasi Layanan Daring Kesehatan

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 07:42 WIB | LAPORAN:

Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan (IRSJAM) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesegera mungkin membuat layanan kesehatan berbasis daring.

"Sudah saatnya pemerintah membuat layanan yang terintegrasi, berbasis online. Bagus juga ide teman-teman Sahabat Anies-Sandi kalau untuk transportasi dan makanan saja kita bisa simpel hanya dengan buka smartphone, kenapa tidak untuk layanan kesehatan tidak," kata Wakil Ketua IRSJAM, Rachmat Mulyana Memet dalam acara diskusi bulanan tiga bulan Kepemimpinan Anies-Sandi di Jakarta, kemarin.

Rachmat juga menceritakan keprihatinannya atas masih mengantrinya pasien- pasien di eumah sakit, terutama pada pasien yang menggunakan fasilitas BPJS.


"Sampai hari ini masih terjadi antrian itu, bahkan bisa dari dini hari. Banyak yang dari jam 03.00 pagi datang ke RS hanya ingin menunggu loket pendaftaran dibuka, belum lagi nanti mengantrinya. Kasihan," imbuh Rachmat.

Lebih lanjut Rachmat menegaskan, jika Pemprov Jakarta bisa menintegrasikan layanan kesehatan secara daring maka sangat membantu warga secara keseluruhan. Hal ini dirasakan karena program-program layanan kesehatan sebelumnya masih belum terasa maksimal.

"Saran dari kami juga mengingat antrian begitu panjang, ini harus ada layanan kesehatan secara online dan terintegrasi, catatannya ini harus bisa diakses oleh semua rumah sakit. Bukan hanya rumah sakit pemerintah daerah tapi swasta juga," pungkas.

Dalam kesempatan yang sama Chief IT Bidang Kesehatan Sahabat Anies-Sandi, Budi Setyanto menjelaskan perlunya sistem daring dalam pelayanan kesehatan. Ia juga menjelaskan konsep aplikasi yang akan direkomendasikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau disederhanakan ini aplikasi kaya gojek ataupun aplikasi lain. Selain ini bisa solusi masalah antrian di tiap RS, ini juga sekaligus setiap warga bisa konsultasi dengan dokter-dokter," tutur Budi dalam forum tersebut.[wid]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya