Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebut Indonesia menjadi salah satu yang masuk 10 besar negara kaya air.
Namun, sebagai negara kepulauan dengan pesebaran penduduk yang tidak merata Indonesia mengalami krisis air.
Direktur Walhi Nur Hidayati mengatakan, air di Indonesia berada pada jumlah dan kualitas tidak memadai. Daerah yang mengalami krisis air yakni yang padat penduduk seperti Pulau Jawa disusul Pulau Bali kemudian Nusa Tenggara.
"Krisis air ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), pencemaran air dan lainnya. Dari sisi kualitas, 90 persen airnya tercemar. Jadi, Indonesia ini negara kaya air tapi krisis air," jelas Hidayati kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1).
Masyarakat Indonesia juga masih banyak yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Hal itu juga akan menjadi masalah, sebab semakin banyak air yang diambil menimbulkan dampak penurunan muka tanah.
Walhi mendorong pemerintah dapat memanfaatkan peran media sosial untuk mendayagunakan masyarakat dalam pengelolaan air.
"Melalui medsos pemerintah akan dimudahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sudah terhubung dengan telepon, dalam melakukan monitoring dan pemantauan keadaan lingkungan, salah satunya masalah air," demikian Hidayati.
[wah]