Berita

Taksi Online/net

Nusantara

Taksi Konvensional Dan Online Berkolaborasi, Driver Ini Mengaku Makin Sejahtera

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 20:27 WIB | LAPORAN:

Di era teknologi yang berkembang sangat pesat, kolaborasi antara bisnis konvensional dan bisnis digital terbukti membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya, yang dirasakan oleh H. Ojan, pengemudi taksi Gemah Ripah di Bandung yang kini telah berkolaborasi dengan salah satu perusahaan platform transportasi online GO-CAR. Hal ini diketahui dari sebuah screenshot foto yang diunggah oleh akun instagram @gojek24jam dan memiliki pengikut mencapai 160 ribu akun.

Foto tersebut menggambarkan foto pengemudi taksi konvesional yaitu Pak H. Ojan. Pengunggah foto tersebut adalah seorang admin dari akun Instagram @online.bdg yang memesan taksi online dari layanan GO-CAR beberapa waktu lalu. Dalam postingan tersebut, dia memesan kendaraan di sekitaran Jalan Sunda, Bandung.


Namun ketika datang ke lokasi, penampakan GO-CAR tersebut bukan berupa mobil pribadi seperti kebanyakan transportasi online, melainkan sebuah taksi konvensional dari perusahaan Gemah Ripah. Gemah Ripah merupakan salah satu perusahaan taksi lokal di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan GO-CAR. Pada kerja sama seperti ini, pengguna aplikasi tidak hanya bisa mendapatkan transportasi online, tetapi juga taksi konvensional.

“Kaget sih, tapi ini sebuah inovasi juga agar ke depannya, angkutan taksi konvensional dan online bisa saling merangkul dan bergabung untuk melayani warga Bandung,” tulis admin @online.bdg dalam tautan di akun instagramnya, Sab  

Tak sampai di situ setelah masuk ke dalam taksi tersebut, dia mengaku sempat berbincang dengan Ojan. Menurut sang driver, penghasilannya semakin meningkat sejak perusahaan taksi tempat dia bernaung berkolaborasi dengan GO-CAR.

“Semenjak ada kerjasama antara perusahaan taksi konvensionalnya dengan perusahaan penyedia jasa taksi online, [sang driver] merasa sangat terbantu,” tulis akun tersebut.

Admin @online.bdg pun berpesan kepada seluruh masyarakat yang melakukan order taksi online, agar tidak dibatalkan jika yang datang adalah taksi konvensional demi membantu kesejahteraan pengemudi. Untuk tarifnya pun, diakuinya sama (flat) dengan di aplikasi.

Ketika dihubungi via telfon, Ojan mengaku baru tiga minggu memanfaatkan aplikasi GO-CAR. Namun diakuinya, selama tiga minggu tersebut dia merasakan manfaat yang jauh lebih baik.

“Dulu penghasilan saya, seperti gali lubang tutup lubang. Untungnya enggak seberapa, seringnya malah nutupin setoran pakai uang sendiri. Jadi pulang ke rumah kadang enggak bawa uang sama sekali. Malu sama istri dan anak karena saya nya ngeluh melulu,” kisah dia kepada wartawan.

Sejak perusahaan taksi Gemah Ripah bekerjasama dengan GO-CAR, diakui Ojan, pendapatannya semakin meningkat dan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, adanya kolaborasi ini diakui Ojan juga mempermudah penumpang mendapatkan kendaraan karena terhubung langsung lewat aplikasi.  Selain mendapatkan taksi melalui pangkalan hotel, mall, atau menyetop di jalan, para penumpang juga bisa memesan taksi lewat aplikasi.  Kemudahan akses ini juga didukung oleh tarif flat (tetap) yang telah diatur oleh perusahaan, sehingga penumpang tetap membayar sesuai yang tercantum pada aplikasi.

Ojan juga mengaku penggunaan aplikasi GO-CAR membuat waktunya untuk keluarga menjadi lebih fleksibel karena tidak harus menunggu lama di pangkalan. Karena itu, waktunya untuk keluarga menjadi lebih banyak.

“Anak-anak saya senang karena perusahaan sudah kerjasama dengan GO-CAR, pendapatannya lebih baik. Tapi suka nyuruh juga, atuh bapak jangan kerja melulu, istirahat. Tapi selama saya masih kuat dan rezeki yang saya terima halal, saya akan teruskan. Semoga semakin banyak kerja sama seperti ini di mana-mana, supaya kita driver taksi konvensional juga bisa dapat manfaat online,” demikian Ojan. [san]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya