Berita

Nusantara

Pembangunan Infrastruktur Tidak Diimbangi Pelayanan Kesehatan

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 11:18 WIB | LAPORAN:

Program kerja pemerintah yang memberi perhatian pembangunan infrastruktur di daerah harus diimbangi dengan pemenuhan hak dasar bagi warga di kawasan timur, seperti di Papua.

Terlebih, persoalan kesehatan masyarakat, khususnya untuk anak dan ibu, harus mendapat perhatian serius.

Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati mengatakan, tragedi kesehatan di Kabupaten Asmat dalam empat bulan terakhir yang telah menewaskan 24 anak akibat kejadian luar biasa campak dan gizi buruk menjadi ironi di tengah upaya pembangunan infrastruktur.


"Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mestinya juga memberikan perhatian yang serius terhadap daerah-daerah, khususnya yang masuk katagori zona merah dalam hal kesehatan," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/1).

Menurut Okky, keberadaan Inpres 9/2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan untuk Papua dan Papua Barat yang dikeluarkan 11 Desember 2017 oleh Presiden Joko Widodo harus segera direalisasikan di lapangan. Meski inpres cenderung terlambat, namun dapat menekan perangkat pemerintah dapat segera bertindak dan melakukan langkah-langkah nyata, khususnya terkait bidang kesehatan di Papua dan Papua Barat.

"Persoalan yang terjadi di Kabupaten Asmat pernah saya singgung dalam rapat kerja dengan menteri kesehatan beberapa waktu lalu. Sayangnya, jawaban pemerintah justru menunjukkan kebingungan dalam menangani persoalan tersebut," keluhnya.

Dia mengatakan, alasan kurangnya pasokan listrik untuk menyimpan vaksin di cold chain sehingga balita di Papua tidak terpenuhi imunisasi yang lengkap sungguh naif. Menurut Okky, kewenangan, anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki bukan menjadi penghalang pemerintah untuk memberi perhatian serius di daerah-daerah yang terpetakan sebagai zona merah.

"Saya mendesak 27 instansi kementerian dan lembaga yang berada di pusat sebagaimana amanat Inpres 9/2017 agar segera membuat terobosan atas masalah yang menimpa di Papua khususnya dan daerah-daerah lainnya yang teridentifikasi memiliki persoalan kesehatan. Agar inpres tersebut memiliki makna bagi masyarakat Papua dan Papua Barat. Pimpinan kementerian dan lembaga agar segera melakukan langkah nyata untuk bertindak atas persoalan tersebut, khususnya bidang kesehatan yang terjadi," tegas Okky yang juga sekretaris Dewan Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya