Berita

Foto: Kompas

Nusantara

Kodam XVII/Cenderawasih Bentuk Tim Penanganan Cepat KLB Di Asmat

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 10:47 WIB | LAPORAN:

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit telah memerintahkan jajarannya membentuk tim penanganan cepat yang akan dipusatkan di Timika dan Kabupaten Asmat.

Pembentukan tim ini menyikapi laporan tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) di mana puluhan anak meninggal di Asmat akibat gizi buruk dan wabah penyakit campak.

"TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih sudah bergerak membantu Pemda di lapangan sesuai perintah Panglima bahwa peranan kita kewilayahan membantu Pemda sesuai UU TNI nomor 34," kata Asterdam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav. Edward Sitorus melalui siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, pagi ini (Senin, 15/1).


Termasuk, imbuh Kolonel Edward, membantu mengisi ruang-ruang kosong yang tidak mampu dan tidak tersentuh oleh Pemda demi kemanusiaan.

Kolonel Edward menambahkan, rencananya hari ini Hercules /A-1326 mengangkut 53 anggota tim Bhakti Kesehatan TNI yang terdiri dari dokter spesialis dan paramedis, berikut alat-alat kesehatan seberat 6 ton serta sembako diterbangkan untuk memperkuat tim kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih di Asmat.

Tim Kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih dipimpin langsung oleh Kakesdam Kol. Ckm dr. Bambang Cahyono, berangkat dari Jayapura ke Timika. Sementara itu Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan beserta jajarannya telah lebih dahulu berada di Asmat untuk melaksanakan pendataan dan berkoordinasi dengan Pemda setempat.

Sebelumnya telah diterima laporan dari Kabupaten Asmat antara lain dari tim Distrik Pulau Tiga, khusus wilayah Nakai terdapat 63 anak terserang campak, empat di antaranya meninggal. Sebanyak 110 anak telah divaksinasi, empat anak dirujuk ke RSUD,  

Sementara di wilayah kampung Ao tidak ada wabah campak maupun gizi buruk, 63 anak telah mendapat vaksin.

Untuk kampung Kappi ada tiga anak mendapat pengobatan campak, 105 anak divaksin dan meninggal karena campak sebanyak dua anak.

Wilayah kampung As sebanyak 28 anak mendapatkan pengobatan campak, mendapat vaksinasi 71 anak, meninggal karena campak delapan anak, satu anak  gizi buruk dan kena campak.

Wilayah kampung Atat mendapat pengobatan campak 53 anak, vaksin 108 anak, meninggal karena campak 23 anak, dua anak gizi buruk dan terkena campak.
 
Kemudian ada juga laporan dari tim wilayah Distrik Jetsy dan Distrik Sirets. Untuk Distrik Jetsy terdapat empat kampung yang dilayani dengan total 320 anak. Sakit campak dan diobati 112 anak.

Sedangkan di Distrik Sirets dilayani lima kampung. Total  732 anak yang mendapat pelayanan. 108 anak diantaranya terserang campak dan telah mendapat pengobatan.

"Kodam XVII/Cenderawasih beserta seluruh jajarannya turut prihatin dan merasa terpanggil atas bencana kesehatan yang menimpa rakyat, khususnya di Kabupaten Asmat. Segala kemampuan Kodam akan dikerahkan untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat," Mayjen Supit menegaskan.[wid]
 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya