Berita

Siswandi dan Euis Fety Fatayati/Net

Nusantara

Dugaan Mahar Politik, Gakkumdu Kota Cirebon Panggil PKS Dan Siswandi

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 08:23 WIB

Gagalnya Brigjen Pol Siswandi dan Euis Fety Fatayati maju Pilwalkot Cirebon berbuntut panjang.

Pasangan yang diusung Koalisi Umat ini awalnya didukung tiga partai yaitu PAN, Gerindra dan PKS. Namun PKS tidak mengeluarkan rekomendasi sampai batas akhir pendaftaran ke KPU, sehingga pasangan itu gagal maju karena kurang kursi dukungan sebagai syarat pencalonan.

Siswandi-Euis tak didukung PKS lantaran disebut-sebut meminta mahar politik miliaran rupiah.


Berkaitan adanya dugaan mahar politik ini, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Cirebon akan melayangkan panggilan terhadap pihak PKS, dan pasangan Siswandi-Euis pada hari ini (Senin, 15/1).

"Jika ada temuan, maka akan dibahas oleh Sentra Gakkumdu. Dan apabila ada unsur pidana, maka akan segera dilimpahkan ke kepolisian untuk diproses ke Kejaksaan, kemudian ke pengadilan," papar Ketua Sentra Gakkumdu kota Cirebon, Mohamad Joharudin yang juga Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu seperti diberitakan RMOLJabar.Com.

Joharudin menjelaskan, dalam UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota di pasal 187B, jika terbukti ada pelanggaran hukum yang dilakukan anggota parpol ataupun gabungan parpol bisa dikenakan sanksi ungkap Mohamad Joharudin, disebutkan atas tindakan pelanggaran pidana antara 36-72 bulan dan denda berupa uang antara Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar.

"Tapi kita tetap mengkaji melalui komunikasi awal, proses panggilan," tambah
Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya