Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tengkulak Karawang Beli Gabah Ke Jateng

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 07:56 WIB

Sebagian besar tempat usaha penggilingan padi di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas kecil tidak bisa melakukan produksi untuk menggiling gabah menjadi beras.

Hal tersebut dikarenakan sulitnya mendapat gabah dari petani mengingat persaingan harga yang terus mengalami kenaikan. Tengkulak membeli gabah dengan harga mahal ke wilayah Jawa Tengah seperti Tuban, Demak dan Kudus.

"Jujur saja sekitar 60 persen penggilingan padi tidak beroperasi. Karena memang sulit untuk mendapatkan gabahnya," tutur Nanang, seorang pemilik penggilingan padi di Banyusari.


Menurutnya, kini banyak tengkulak dari wilayah pantura Karawang mencari gabah ke wilayah Tuban. Sejak beberapa hari terakhir harga gabah berada pada kisaran Rp 5.100 sampai dengan Rp 5.800 per kilogramnya.

"Kami berusaha untuk mengikuti harga yang terus naik, tapi karena dihitung-hitung kami rugi akhirnya tidak produksi dulu. Hari ini naik, besok naik lagi, jadinya kami tidak mampu bersaing untuk beli itu," ujarnya seperti dimuat RMOLJabar.Com.

Beras dari hasil penggilingan kecil yang dijual ke pasar beras di Johar Karawang dan Kramat Jati Jakarta untuk saat ini sudah naik dengan patokan harga Rp 8.030 per kilogram. Biasanya, para pengusaha penggilingan padi itu menjual langsung ke pasar, meski ada juga ke pabrik untuk diolah kembali menjadi beras super.

"Sekarang ini kami dan teman-teman masih mantau apakah harga ini bisa kami jangkau atau tidak. Tapi ini kita bersyukur seiring dengan HPP Bulog yang dinaikan menjadi Rp 8.030, mudah-mudahan itu connect dengan harga gabahnya," tambah pemilik penggilingan padi asal Desa Gempol Kolot itu.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya