Berita

Syahrul Yasin Limpo/Net

Nusantara

Sulsel Siap Pasok Beras Ke Seluruh Provinsi Di Indonesia

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 17:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gubenur Sumatera Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan Sulses sebagai penyangga ketahanan pangan nasional siap menyuplai beras ke suluran provinsi di Tanah Air.

Demikian ditegaskan SYL menanggapi polemik kenaikan harga beras dan wacana impor beras, saat meninjau gudang Bulog Panaikang, di Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (13/1). Bersama SYL ada Direktur Jendral Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto.

SYL mengaku stok beras di gudang Bulog Panaikang, Sulsel masih tersedia sebanyak 82.000 ton.


"Kami punya persiapan beras di Bulog 82.000 ton. Oleh karna itu saya atas perintah menteri nanti untuk mengangkut semua beras yang ada di sini ke seluruh provinsi di Indonesia," terang dia.

Pada 17 Januari nanti, Sulsel mulai panen awal di beberapa kabupaten seperti di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo dan Luwu. Di satu kabupaten, panen bisa mencapai 350 hektar.

"Dan kami yakin pertengahan Januari sampai awal Maret akan panen sekitar 1.500 ton beras. Kalau begitu yang 82.000 ton kasih keluar saja," ungkap SYL.

"Kami punya tahapan sampai bulan Maret, itu panen pertama. Jadi beras baru akan masuk. Kita over stok beras sekitar 2,6 juta ton beras. Nah itulah gunanya Sulsel jadi penyangga nasional. Kita tunggu perintah dari Presiden," pungkasnya menambahkan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya mengumumkan terkait rencana impor beras pada tahun 2018. Beras yang diimpor adalah jenis beras khusus atau premium. Alasan impor, untuk mengatasi kelangkaan pasokan beras yang berdampak pada naiknya harga jual beras di pasaran. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya