Berita

Net

Nusantara

Menteri Enggar Didesak Tinjau Ulang Kebijakannya

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 22:23 WIB | LAPORAN:

Komite II DPD RI meminta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau kembali kebijakan impor beras.

"Beras impor dari Thailand dan Vietnam yang akan masuk ke Indonesia akhir Januari 2018 akan merugikan petani," kata Ketua Komite II Parlindungan Purba kepada wartawan, Jumat (12/1).

Menurutnya, kebijakan impor tersebut justru akan merugikan petani karena dilakukan saat memasuki musim panen padi.


"Impor akan menekan harga beras di tingkat petani. Sementara dewasa ini sedang masa dan memasuki masa panen," kata Parlindungan.  

Karenanya, dia melihat bahwa langkah Menteri Enggar melakukan impor beras tidak tepat waktu, sehingga harus ditinjau ulang.

"Jangan sampai petani yang sudah sempat bergairah kembali karena harga gabah naik dan banyaknya kebijakan mendukung dari Kementerian Pertanian kembali tidak semangat dengan adanya impor," beber Parlindungan.  

Dia mengimbau Menteri Enggar dapat lebih dulu mengecek data stok beras di lapangan, sebelum memutuskan untuk impor.

"Jangan karena harga beras di beberapa provinsi naik pemerintah langsung mengimpor beras," kata Parlindungan.

Lanjutnya, dari pantauan langsung, harga beras jenis medium di Sumatera Utara sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.950 per kilogram atau rata-rata di atas Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan ditengarai hujan yan gterus turun pada Desember lalu sehingga mengganggu proses penjemuran padi.

"Harga dipastikan stabil lagi karena pemerintah melalui Bulog sudah melakukan operasi pasar dengan harga di bawah HET atau sebesar Rp 9.850 per kilogram," jelas Parlindungan.

Mendag Enggartiasto Lukita sendiri memastikan akan mengimpor sebanyak 500.000 ton beras khusus untuk memperkuat stok dalam rangka menekan harga di tingkat konsumen. Beras didatangkan dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

Impor akan dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan mitra agar pemerintah bisa melakukan pengendalian. Akhir Januari nanti pasokan beras impor mulai masuk sehingga dapat mengisi kekosongan hingga musim panen pada Februari dan Maret. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya