Berita

Net

Nusantara

KTNA: Impor Beras Bikin Petani Kecewa

KAMIS, 11 JANUARI 2018 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersyukur atas keputusan Kementerian Perdagangan tidak melakukan impor beras. Harga Gabah Kering (GKP) yang mencapai Rp 5.500 per kilogram justru memberi harapan baru bagi petani Indonesia.

"Pengalaman lalu-lalu belum impor saja tapi sudah masuk ke media langsung drop harga. Belum ketok palu sudah jatuh harga, ini yang dikhawatirkan. Kalau seperti ini petani jadi tidak bergairah. Sekarang harga bagus wajar lah karena kan petani juga berjuang hadapi cuaca, keluarkan biaya ekstra jaga serangan penyakit. Harga bagus ya alhamdulillah," jelas Ketua KTNA Winarno Thohir di Jakarta, Kamis (11/1).

Meski demikian, dia mengakui bila harga yang manis di tingkat petani tidak menguntungkan pedagang. Sebab dengan harga GKP Rp 5.500 per kilogram tidak menarik minat pedagang ataupun penggilingan untuk menjual beras medium. Dengan harga GKP sekarang maka bagi pedagang menjual beras sesuai dengan aturan pemerintah harga eceran tertinggi Rp 9.500 kilogram memang cukup sulit.


"Kondisi inilah yang menyebabkan medium berkurang. Sangat berkurang sehingga pemerintah harus gelontorkan beras medium, tapi kan beras premium di pasaran banyak. Bagi petani berkah bagi pedagang kurang menguntungkan. Sekarang kan (sudah ada) Permendag dan Permentan. Kalau Permendag setiap lewati harga pasar salah satunya impor, tapi di Permentan setiap impor harus ada rekomendasi dari kementan. Jadi harus kompak," papar Winarno Thohir.

Namun begitu, dia memprediksi manisnya harga gabah di tingkat petani ini tidak akan bertahan lama. Sebab sekitar Februari-Maret hingga April akan kembali panen raya. Menurut Winarno Thohir, ada dua penyebab harga jatuh. Pertama, penyerapan Bulog yang terbatas hanya 2,1 juta ton yang terbagi dalam satu juta CBP dan 1,1 juta raskin yang sebelumnya 3,7 juta ton. Hal ini terjadi karena pemerintah beralih dari kebijakan raskin ke bantuan non tunai. Kedua, bulan Februari-Maret dan April merupakan musim penghujan.

"Walau kemampuan semua dryer dikerahkan ini tetap tidak cukup hadapi panen raya makanya ini perlu dibicarakan sebetulnya. Makanya untuk jangka pendek jangan impor. Teman-teman petani jangan dikecewakan lagi karena harga bagus ini akibat impor bisa jatuh. Apalagi kan mau panen raya. Jadi kalau mau impor buat apa, cuma memangn tekanan impor ini di mana-mana," pungkasnya. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya