Berita

Nusantara

Deadlock Sampai Subuh, KPU Purwakarta Tolak Rustandi-Dikdik

KAMIS, 11 JANUARI 2018 | 09:22 WIB

Drama perdebatan antara pasangan calon Rustandi-Dikdik Sukardi dan timnya dengan komisioner KPU Purwakarta terjadi di hari terakhir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di aula KPU Purwakarta.

Lima anggota KPU harus adu argumen dengan paslon, pimpinan Partai Gerindra, PKS, Hanura, LO, serta timses Rustandi-Dikdik. Total 50 orang timses dan sekitar 200 orang simpatisan setia hadir sejak kedatangan sekitar jam 22 hingga jam 3 dini hari.

Hadir di lokasi fungsionaris DPP Hanura Djoni Rolindrawan, Ketua DPW Hanura Aceng Fikri, fungsionaris DPD Gerindra Jabar Heri Ukasah, Sekum DPW PKS Abdul Hadi Wijaya serta pimpinan ketiga partai di tingkat Kabupaten Purwakarta.


Pokok persoalan yang diperdebatkan adalah pembatalan SK DPP Partai Hanura untuk Paslon Anne dan Aming yang dilnjutkan dengan pengalihan dukungan kepada Rustandi-Dikdik. Pihak KPU menolak menerima pendftaran paslon terakhir karena SK pertama sudah terlanjur dijadikan acuan untuk pasangan Anne-Aming.

Diskusi panas berlangsung selama lima jam. Puncaknya ketika pihak KPU secara sepihak menutup rapat pleno dan langsung dievakuasi oleh personil Polres Purwakarta. Dilanjutkan sterilisasi lokasi oleh sekitar 100 peronil Polres Purwakarta.

Rustandi menyayangkan sikap Ketua KPU Purwakarta, Ramlan dan jajarannya.

"Ini tragedi demokrasi di Purwakarta. Di mana hak konstitusional saya dirampas tanpa alasan hukum yang jelas! Mari kita terus perjuangkan hak memiliki pilihan bagi warga Purwakarta," lantang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini dengan nada geram seperti diberitakan RMOLJabar.Com.

Usai kejadian, pimpinan ketiga partai koalisi menggelar pertemuan di kantor DPC Partai Gerindra di jl Veteran Purwakarta hinggapukul 3.45 dinihari. Hasil pertemuan disepakti untuk melakukan langkah-langkah pengaduan ke KPU-RI, Bawaslu-RI dan pimpinan pusat masing-masing.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya