Berita

Hukum

Soal Anggaran e-KTP, Anak Buah Megawati "Tunjuk Hidung" Pemerintah SBY

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 18:47 WIB | LAPORAN:

Mantan Wakil Ketua Banggar DPR RI Olly Dondokambey tunjuk hidung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono soal anggaran proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik tahun anggaran 2011-2013.

"Orang yang setujui pemerintah. Ada di nota keuangan kok. Semua e-KTP program pemerintah jadi sudah ada di nota keuangan," kata dia di gedung KPK usai menjalani pemeriksaan penyidik, Selasa (9/1).

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pembahasan anggaran proyek e-KTP tidak pernah bermasalah di Banggar DPR RI.


Pembahasan dan penambahan anggaran proyek yang menurut KPK merugikan negara triliunan rupiah itu, tegas Olly, juga tidak ada lobi-lobi, termasuk dari anggota Komisi II DPR RI, Markus Nari.

"Emang ada lobi anggaran dilolosin? Emang kucing dilolosin," tegas anak buah Megawati Soekarnoputri ini.

Olly datang ke KPK guna menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan Markus Nari yang saat ini sudah menjadi tersangka dalam skandal korupsi e-KTP. Dia juga diperiksa untuk tersangka lain, Anang Sugiana Sugihardjo.

Adapun nama Olly muncul disebut dalam dakwaan terdakwa Irman dan Sugiharto, sebagai pihak penerima aliran uang e-KTP. Dia disebut menerima uang 1,2 juta dollar AS.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya