Berita

Net

Nusantara

Pekerja Migran Juga Perlu Pembekalan Literasi Keuangan

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 16:46 WIB | LAPORAN:

Pekerja migran perlu mendapat pembekalan terkait literasi keuangan. Hal itu penting supaya mereka bisa mengelola penghasilan dengan baik. Pengelolaan remitansi yang tepat sasaran juga bisa memperbaiki taraf hidup pekerja migran dan keluarganya.

Menurut Kabag Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi, belum banyak pekerja migran yang memiliki pengetahuan memadai terkait literasi keuangan. Padahal, literasi keuangan diperlukan supaya remitansi yang dihasilkan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Pembekalan mengenai literasi keuangan bisa dilakukan pada saat mereka sedang menjalani pelatihan dan juga saat mereka sudah berhenti bekerja. Para pekerja migran harus tahu bagaimana menyimpan penghasilan yang aman, bagaimana mengelola penghasilan tersebut, misalnya untuk modal usaha, biaya pendidikan anak dan hal produktif lainnya," terangnya kepada wartawan, Selasa (9/1).


Hizkia mengatakan, selain pembekalan literasi keuangan, pekerja migran juga harus dibekali keterampilan kerja. Hal itu sangat berguna saat mereka memutuskan untuk kembali ke Tanah Air dan tidak lagi bekerja di luar negeri. Pembekalan keterampilan kerja juga diharapkan bisa menciptakan wirausahawan baru yang turut serta menggerakkan perekonomian tempat tinggalnya dan ikut menciptakan lapangan kerja.

Pekerja migran adalah tulang punggung keluarga dan desa mereka melalui remitansi senilai USD 8 miliar per tahun (data 2014). Bank Dunia memperkirakan remitansi telah menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia hingga sebesar 26,7 persen (data 2000-2007). Mengingat sebagian besar dari pekerja migran adalah perempuan, remitansi turut memberi mereka status finansial yang lebih baik, dan pada akhirnya berkontribuasi pada kesetaraan gender.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat nilai remitansi pekerja migran Indonesia terus mengalami penurunan. Pada 2015 nilainya mencapai USD 9,42 miliar, mengalami penurunan dari 2016 menjadi USD 8,85 miliar. Periode Januari-September 2017, jumlah remitansi yang dihasilkan mencapai USD 6,5 miliar atau setara Rp 88,620 triliun.

"Dengan jumlah yang fantastis tersebut, walau ada penurunan sejak diberlakukannya moratorium ke 21 negara Timur Tengah, pembekalan literasi keuangan dan keterampilan akan sangat membantu para pekerja migran dalam mengelola penghasilannya secara lebih efektif," demikian Hizkia. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya