Pengusaha mulai khawatir dengan pelaksanaan Pilkada seretak tahun ini. Pasalnya, baru penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur saja sudah terasa gaduh. Pemerintah diminta memberikan jaminan keamanan agar investor tidak wait and see dalam menanamkan modalnya di Indonesia. Pliss, Pilkada jangan gaduh dong.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) Eddy Ganefo mengatakan, memasuki tahun politik dunia usaha butuh suasana daÂmai yang mendukung keberlangÂsungan usahanya. "Maka, semua pihak hendaknya menghindari terciptanya kegaduhan pada tahun politik ini," kata Eddy, di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, kegaduhan politik sangat berdampak pada keberlangsungan dunia usaha karena investor akan menunda investasinya sampai kegaduhan ini berlalu. "Masyarakat pun akan menunda dan menahan diri untuk melakukan aktivitas ekonominya hingga kegaduhan itu berakhir," ungkapnya.
Eddy menyarankan, pemerinÂtah dan aparat keamanan menjaÂmin rasa aman dalam memasuki tahun politik. Selama ini, invesÂtor selalu cenderung menahan ekspansi di tahun-tahun politik jika situasi tidak kondusif atau terjadi kegaduhan.
"Mereka akan menunggu saat yang kondusif lagi untuk beruÂsaha," tegasnya.
Menurutnya, dinamika politik yang muncul pada tahun politik ini harus dikelola dengan baik biar ekonomi tetap berjalan dengan baik. Sehingga pencapaÂian ekonomi 2018 dan 2019 bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu.
Dia optimis, pelaksanaan Pilkada dan Pilpres ini tidak signifikan terhadap dunia usaha selama tidak gaduh. Bahkan, ada beberapa usaha justru berkemÂbang memasuki tahun politik. Misalnya industri makanan dan minuman, baju kaos dan indutri cetakan.
"Biasanya dalam pilkada, Pemilu, dan Pilpres akan ada banyak kegiatan. Ini akan menÂingkatkan indutri tertentu misÂalnya makanan dan minuman, hunian hotel, dan transportasi," katanya.
Ia menyarankan, pelaku usaha untuk tetap optimis dalam menÂjalankan usahanya saat meÂmasuki tahun politik. "PemerÂintah dan aparat keamanan akan bekerja keras untuk terciptanya rasa damai pada pelaksanaan pilkada, pemilu dan pilpres 2019," tukasnya.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat menilai Pilkada di daerah Pulau Jawa akan menjadi kontestasi politik yang sengit. Meski indusÂtri tahun ini menuai berkah dari konsumsi penggunaan atribut partai, tapi pihaknya berharap Pilkada tak menggangu investasi di Tanah Air.
"Indonesia harus lebih baik daÂlam berpolitik yang beradab, perÂtarungan boleh keras tapi penuh etika agar perekonomian bisa berjalan dengan baik," ujar dia.
Menteri Perdagangan EnggarÂtiasto Lukita mengatakan, dunia usaha di sektor perdagangan tak perlu khawatir memasuki tahun politik 2018. Perputaran uang sektor perdagangan diyakini semakin menggeliat di tengah penyelenggaraan pilkada di berbagai daerah.
"Ini tahun politik, uang bereÂdar banyak. Jadi perdagangan tidak perlu khawatir, baik dari uang kumpul-kumpul, cetak kaus, sablon, orang ngumpul pasti sediakan makanan. Jadi peningkatan ekonomi di daerah pasti meningkat," kata Enggar.
Begitu pun dari sisi investasi, Enggar mengatakan, para invesÂtor ataupun pengusaha tak perlu khawatir menanamkan modalnya di Indonesia. Pada tahun ini, tak perlu lagi ada istilah wait and see di kalangan investor. "Ada yang bertanya bagaimana memasuki tahun politik ini, ada yang wait and see yang sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk itu," ujar Enggar. ***