Berita

Foto/Net

Nusantara

Pilkada Jangan Gaduh!

Supaya Investor Tak Wait & See
SELASA, 09 JANUARI 2018 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengusaha mulai khawatir dengan pelaksanaan Pilkada seretak tahun ini. Pasalnya, baru penetapan calon Gubernur dan Wakil Gubernur saja sudah terasa gaduh. Pemerintah diminta memberikan jaminan keamanan agar investor tidak wait and see dalam menanamkan modalnya di Indonesia. Pliss, Pilkada jangan gaduh dong.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) Eddy Ganefo mengatakan, memasuki tahun politik dunia usaha butuh suasana da­mai yang mendukung keberlang­sungan usahanya. "Maka, semua pihak hendaknya menghindari terciptanya kegaduhan pada tahun politik ini," kata Eddy, di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan, kegaduhan politik sangat berdampak pada keberlangsungan dunia usaha karena investor akan menunda investasinya sampai kegaduhan ini berlalu. "Masyarakat pun akan menunda dan menahan diri untuk melakukan aktivitas ekonominya hingga kegaduhan itu berakhir," ungkapnya.


Eddy menyarankan, pemerin­tah dan aparat keamanan menja­min rasa aman dalam memasuki tahun politik. Selama ini, inves­tor selalu cenderung menahan ekspansi di tahun-tahun politik jika situasi tidak kondusif atau terjadi kegaduhan.

"Mereka akan menunggu saat yang kondusif lagi untuk beru­saha," tegasnya.

Menurutnya, dinamika politik yang muncul pada tahun politik ini harus dikelola dengan baik biar ekonomi tetap berjalan dengan baik. Sehingga pencapa­ian ekonomi 2018 dan 2019 bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu.

Dia optimis, pelaksanaan Pilkada dan Pilpres ini tidak signifikan terhadap dunia usaha selama tidak gaduh. Bahkan, ada beberapa usaha justru berkem­bang memasuki tahun politik. Misalnya industri makanan dan minuman, baju kaos dan indutri cetakan.

"Biasanya dalam pilkada, Pemilu, dan Pilpres akan ada banyak kegiatan. Ini akan men­ingkatkan indutri tertentu mis­alnya makanan dan minuman, hunian hotel, dan transportasi," katanya.

Ia menyarankan, pelaku usaha untuk tetap optimis dalam men­jalankan usahanya saat me­masuki tahun politik. "Pemer­intah dan aparat keamanan akan bekerja keras untuk terciptanya rasa damai pada pelaksanaan pilkada, pemilu dan pilpres 2019," tukasnya.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat menilai Pilkada di daerah Pulau Jawa akan menjadi kontestasi politik yang sengit. Meski indus­tri tahun ini menuai berkah dari konsumsi penggunaan atribut partai, tapi pihaknya berharap Pilkada tak menggangu investasi di Tanah Air.

"Indonesia harus lebih baik da­lam berpolitik yang beradab, per­tarungan boleh keras tapi penuh etika agar perekonomian bisa berjalan dengan baik," ujar dia.

Menteri Perdagangan Enggar­tiasto Lukita mengatakan, dunia usaha di sektor perdagangan tak perlu khawatir memasuki tahun politik 2018. Perputaran uang sektor perdagangan diyakini semakin menggeliat di tengah penyelenggaraan pilkada di berbagai daerah.

"Ini tahun politik, uang bere­dar banyak. Jadi perdagangan tidak perlu khawatir, baik dari uang kumpul-kumpul, cetak kaus, sablon, orang ngumpul pasti sediakan makanan. Jadi peningkatan ekonomi di daerah pasti meningkat," kata Enggar.

Begitu pun dari sisi investasi, Enggar mengatakan, para inves­tor ataupun pengusaha tak perlu khawatir menanamkan modalnya di Indonesia. Pada tahun ini, tak perlu lagi ada istilah wait and see di kalangan investor. "Ada yang bertanya bagaimana memasuki tahun politik ini, ada yang wait and see yang sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk itu," ujar Enggar. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya