Berita

Foto/Net

Hukum

Pati Polri Ini Memilih Naik Motor Di Banding Mobil Kantor

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 01:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Orang nomor dua di Korps Reserse Polri, Irjen Pol Antam Novambar, sosok Jenderal sederhana, dan low profile.

Meski berpangkat bintang dua tidak membuat Akpol 85 itu ekslusif dengan segala fasilitas yang diberikan Polri. Misalnya saja mobil dinas mewah berikut beberapa personel pengawal yang selalu melayani dan melekat kemanapun sang Jenderal berada.

Di Jajajran Korps Bhayangkara, bagi perwira yang sudah mendapat bintang satu diberi fasilitas mobil sedan keluaran terbaru. Namun Fasilitas tersebut tidak dirasakan mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu.


Antam lebih memilih pakai motor skuter matic peugeot Django. Motor berdesain klasik pabrikan asal Prancis itu merupakan tunggangan Antam sehari-hari ke kantor.

Skuter matic yang terparkir persis di sisi kiri pintu utama Bareskrim, di Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat itu berjejer dengan mobil mewah lainya.

Kontras memang dengan perwira tinggi maupun menengah lainya di jajaran Korps Bhayangkara yang umumnya dengan pengawalan serta mobil mewah baik milik negara ataupun pribadi.

"Dari dulu bapak sudah pakai motor, bukan pas sudah jadi Wakaba saja," ujar salah seorang anggota Bareskrim yang tidak ingin menyebutkan namanya saat berbincang dengan wartawan Kantor Berita Poltik RMOL, Senin sore (8/1)

Sehabis waktu kerjanya selesai, Antam yang hanya ditemani seorang ajudannya langsung menaiki motor matic berdesain klasik itu lengkap memakai helm warna hitam dan jaket.

Jika sudah begitu tidak ada yang mengenali kalau pengendara roda dua dengan Nopol B 2727 ANT itu adalah perwira tinggi Polri.

Antam juga tidak ingin diboncengi oleh sekretaris pribadi (Sespri). Ia lebih suka mengendarai motor sendiri, itupun tanpa meminta pengawalan layaknya perwira tinggi.

"Nggak mau dikawal bapak, makanya kadang ajudan yang diam-diam kalau ngawal bapak." ujar anggota Bareskrim itu. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya