Berita

Politik

Pancasila Bintang Penuntun Indonesia

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 20:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia merupakan negara yang kaya, bukan hanya alamnya yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote yang terdiri atas 17.504 pulau. Namun setiap lapisan bumi Indonesia merupakan kekayaan yang membuat bangsa lain iri terhadap Indonesia.

Lebih dari itu, Indonesia merupakan bangsa yang memiliki keberagaman etnis suku, dimana terdapat lebih dari 300 kelompok etnis atau suku bangsa atau lebih tepatnya 1.340 suku bangsa yang melahirkan beragam agama dan budaya.

"Faktor-faktor itu semua yang menjadi dasar pemikiran para founding fathers kita hingga akhirnya merumuskan Pancasila sebagai dasar dan bintang penunjuk arah  (falsafah) kita dalam berbangsa dan bernegara," kata Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Jakarta Pusat, Jansen Marpaung melalui pesan elektronik kepada redaksi, Senin (8/1).


Menurut Jansen, Pancasila dilahirkan dengan tujuan mengikat keberagaman tersebut. Para Founding Father juga tidak menghendaki ada etnis suku, agama dan golongan yang menjadi lebih unggul atau lebih rendah.

Dengan berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, membuktikan bahwa identitas bangsa Indonesia sejak dahulu kala merupakan bangsa yang religius dengan apapun agama dan kepercayaannya.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berarti bangsa Indonesia memiliki rasa kemanusiaan dan adab yang tinggi namun sayang, kini rasa kemanusiaan sedang mengalami degradasi.

Persatuan Indonesia, apapun etnis, suku, agama dan golongan, semua bersatu dalam satu kesatuan, Indonesia, bukan saling memprovokasi hingga akhirnya tercerai-berai dan saling menghanguskan satu sama lain.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, bangsa Indonesia selalu menyelesaikan perbedaan dalam suatu forum yang dinamakan musyawarah, karena musyawarah itu untuk meminimalisir bahkan menyamaman perbedaan hingga tercapai mufakat sebagai win-win solution agar semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan, mengedepankan dialog bukan intrik dan kekerasan, itulah demokrasi Indonesia yang sesungguhnya.

Dan terakhir, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bukan sama rasa dan sama rata, tapi setiap bangsa Indonesia mendapatkan hak dan kewajibannya sesuai dengan proporsinya, itulah keadilan yang sesungguhnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya