Berita

Marzuki Alie/Net

Hukum

Mantan Ketua DPR: Penganggaran KTP-El Tidak Ada Yang Luar Biasa

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 14:43 WIB | LAPORAN:

. Bekas Ketua DPR RI Marzuki Alie tidak mengetahui soal adanya keterlibatan pihak lain dalam perkara skandal korupsi pengadaan KTP elektronik yang saat ini ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Enggak tahu saya (keterlibatan pihak lain). Yang ditanya soal saya saja, soal Anang. Kalau waktu itu kenal enggak sama Andi. Ditunjuk gambarnya. Enggak pernah kenal," kata Marzuki usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Senin (8/1).

KPK saat ini memang tengah membuka penyelidikan baru terkait pengembangan KTP-el. Lembaga antikorupsi menduga masih ada pihak-pihak lain di luar enam orang yang sudah dijerat menjadi tersangka.


Marzuki juga mengklaim tidak mengetahui soal adanya praktik bagi-bagi uang dalam proses pembahasan dan penganggaran saat proyek KTP-el itu bergulir di DPR.

"Proses penganggaran ini sama seperti anggaran yang lain. Enggak ada yang luar biasa. Biasanya ketua DPR tahu kalau ribut di bawah. Kalau enggak ada ribut enggak sampai ketua DPR," jelasnya.

"Pernah ribut-ribut di Komisi VIII, laporan sampai ketua DPR. Lalu saya panggil menterinya. Saya panggil ketua komisi. Tetapi
(penganggaran e-KTP) ini enggak ada ribut-ribut." ungkapnya.

Marzuki juga buang badan saat disinggung soal pengesahan anggaran KTP-el tersebut.

"Saya tuh enggak ngesahin. Karena dipimpin wakil ketua DPR bidang keuangan. Untuk APBN itu bidang keuangan. Kalau ketua DPR itu lintas seluruh komisi," tandas mantan Sekejn Demokrat ini sembari menegaskan bahwa tak mengenal terdakwa Irman dan Sugiharto. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya